Kuliah di Luar, 837 Mahasiswa Aceh dapat bantuan Covid-19, Besarannya Segini  

Kuliah di Luar, 837 Mahasiswa Aceh dapat bantuan Covid-19, Besarannya Segini

 ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Pemerintah Aceh membantu 837 mahasiswa asal Aceh yang kuliah diluar daerah dan luar negeri antara Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta perorang.

Bantuan  dampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diberikan kepada mahasiswa asal Aceh yang saat ini sedang menimba ilmu di luar Aceh dan luar daerah dan bertahan disana tidak pulang ke Aceh

“Pemerintah Aceh telah menyalurkan Bantuan Sosial Dampak Covid-19, kepada 837 mahasiswa asal Aceh, yang saat ini sedang menimba ilmu, baik di luar negeri maupun di provinsi lain di luar Aceh. Semua sudah ditransfer langsung ke rekening masing-masing pelajar. Terhitung, Sabtu 30 Mei 2020, total bantuan yang sudah di tyransper sebesar Rp1,1 miliar,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Minggu (31/5/2020).

Dijelaskan Kabag Humas, sesuai janji Pemerintah Aceh, bantuan sosial ini diberikan dengan jumlah yang beragam, sesuai dengan lokasi para pelajar mengikuti pendidikan.

“Untuk mahasiswa yang diluar Aceh namuan masih dalam negeri bantuan sosial yang diberikan Rp 1 juta, sedangkan yang kuliah di luar negeri bantuan sosial yang diberikan Rp 2,5 juta,” kata ujarnya.

Ditanmbahkan Iswanto, saat ini Pemerintah Aceh masih memproses sebanyak 310 penerima Bansos lagi. 310 penerima ini tidak bisa ditransfer bersamaan dengan 837 penerima sebelumnya, karena dokumen yang diajukan tidak lengkap. Setelah syarat-syarat dilengkapi, maka Bansos tunai akan langsung ditransfer.

“Total akan ada dana sebesar Rp411 juta yang akan kita transfer ke 310 pelajar ini.” Ujar Kabag

Mahasiswa Status PNS dan Dosen Tidak Dapat 

Sejak April, sambung Iswanto, Pemerintah Aceh telah mengumumkan pemberian bantuan sosial kepada seluruh pelajar Aceh yang sedang menuntut ilmu di luar Aceh. Untuk mendapatkan bantuan ini, para pelajar harus melengkapi sejumlah persyaratan, seperti fotokopi KTP, surat pernyataan dari kampus (masih aktif kuliah), dan buku tabungan atau nomor rekening penerima.

Namun tidak semua berkas yang diajukan akan mendapatkan Bansos ini, berkas para pelajar yang berstatus dosen dan PNS akan ditolak.

“Sejak Maret ada 1.317 berkas masuk, 420 berkas merupakan pelajar Aceh di luar negeri dan 897 berkas dalam negeri. Setelah dilihat kelengkapan berkas, sebanyak 837 penerima yang terdiri atas 267 pelajar Aceh di luar negeri dan 570 pelajar Aceh di dalam negeri sudah kita transfer.

“Sedangkan 310 usulan yang terdiri atas 77 usulan luar negeri dan 233 usulan pelajar dalam negeri sedang dalam proses perbaikan berkas,” kata Iswanto.

Iswanto menambahkan, Pemerintah Aceh juga menolak 170 berkas usulan penerima Bansos karena tidak memenuhi syarat, di antaranya pemohon adalah PNS, dosen, tidak berKTP Aceh, serta sejumlah alasan lain.

“Dari total 170 berkas usulan, 76 di antaranya usulan pelajar luar negeri dan 94 usulan dari pelajar Aceh di dalam negeri. Saat ini, Pemerintah Aceh juga sudah menerima 500 berkas usulan Bansos dari pelajar kita di Mesir dan 40 dari ITS,” Lanjut Iswanto.

Bantuan ini, sambung Iswanto, merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Aceh terhadap para pelajar Aceh yang masih bertahan di negeri orang dan belum bisa kembali ke kampung halaman akibat pandemi Covid-19. Bantuan untuk pelajar asal Aceh ini bukan bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT), tetapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Iswanto menambahkan, para pelajar Aceh penerima Bansos Dampak Covid-19 ini tersebar mulai dari Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, serta sejumlah provinsi lainnya. Sedangkan pelajar Aceh penerima Bansos dampak Covid-19 di luar negeri, tersebar di, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Sudan, Iran, Belanda, India, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

 Ucapan Terimakasih

Arif Zidni, salah seorang mahasiswa Aceh asal Ulee Kareng, yang saat ini sedang berkuliah di Jurusan Fiqh, di International Islamic University Malaysia (IIUM) menyampaikan terima kasih atas Bansos Dampak Covid-19 yang telah diterima dari Pemerintah Aceh. Pandemi Covid-19 yang berimbas pada pembatasan-pembatasan di banyak aspek kehidupan mahasiswa di luar negeri, sangat berdampak pada kehidupan sosial ekonomi mereka.

 “Alhamdulillah, kalau tidak salah sekitar tanggal 26 Mei lalu kami terima Bansos tunainya. Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Aceh terhadap kami mahasiswa asal Aceh yang terkena dampak wabah Covid-19. Kami mahasiswa Aceh yang saat ini sedang menuntut ilmu di Malaysia dan di sejumlah negara lainnya, tentu merasa terbantu dengan Bansos ini. Sekali lagi terima kasih,” ujar Arif Zidni.(*)