KPK Cecar Mantan Direktur RSUDZA Semua Proyek Multiyears

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dr Azharuddin diperiksa penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek multiyears (tahun jamak) Aceh.
Mantan Direktur RSUDZA
Mantan Direktur RSUDZA Azharuddin (kemeja putih) saat hendak menaiki mobil usai diperiksa KPK, di Banda Aceh, Jumat (25/6/2021). ANTARA/Rahmat Fajri

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dr Azharuddin diperiksa penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proyek multiyears (tahun jamak) Aceh.

Awalnya, dr Azharuddin mengelak menjawab wartawan usai keluar dari dari gedung pemeriksaan, di Banda Aceh, Jumat (25/6/2021).

“Tidak ada ditanya apa-apa, santai-santai saja,” kata Azharuddin menjawab wartawan.

Proses pemeriksaan tersebut berlangsung di lantai tiga Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Mantan Direktur RSUDZA
Mantan Direktur RSUDZA Azharuddin (kemeja putih) saat hendak menaiki mobil usai diperiksa KPK, di Banda Aceh, Jumat (25/6/2021). ANTARA/Rahmat Fajri

Azharuddin membenarkan bahwa pemeriksaan dirinya oleh KPK tersebut terkait dengan pembangunan Gedung Oncology Center RSUDZA dengan skema kontrak multiyears serta beberapa kegiatan berkaitan lainnya.

“Iya (terkait pembangunan oncology center), dan juga semua yang punya multiyears ditanyain,” ujarnya.

Azharuddin menyampaikan, sejauh ini dirinya belum mengetahui apakah pemeriksaan terhadap dirinya sudah selesai atau kemungkinan akan dipanggil kembali.

“Kalau perlu akan dipanggil kembali katanya, akan dikabari nanti, ini belum ada kabar,” kata Azharuddin.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK RI Ali Fikri membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Aceh.

Pemeriksaan yang dilakukan berupa permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait. Namun, KPK belum bisa menjelaskan lebih detail perkara yang sedang ditangani karena masih proses penyelidikan.

Untuk diketahui, pembangunan Gedung Oncology Center RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019-2021 mencapai Rp 237 miliiar, dan dilakukan dengan skema pembiayaan kontrak multiyears. (*)