Hukum

KPAI Minta Densus 88 Evaluasi Penanganan Teroris

Ilustrasi | LIPUTAN6.COM

Ilustrasi | LIPUTAN6.COM

ACEHSATU.COM, JAKARTA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Detasemen Khusus (Densus) 88 mengevaluasi kerja mereka dalam mencegah dan menangani terorisme di Indonesia.

“Jangan sampai penanganan teroris yang dilakukan Densus 88 mengganggu ikhtiar perlindungan terhadap anak,” kata Wakil Ketua KPAI Susanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 15 Maret 2016.

Menurut Susanto, KPAI perlu mengeluarkan sikap terkait penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 di Taman Kanak-Kanak Roudlatul Athfal Terpadu Amanah Ummah di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis pekan lalu.

Aksi penggeledahan itu, kata Susanto, menimbulkan ketakutan bagi anak-anak. Menurut dia, yang dilakukan tim Densus 88 itu bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap anak, sehingga pola kerja demikian perlu dievaluasi. “Tetap harus memberikan perlindungan kepada anak dalam melakukan penanganan teroris,” kata Susanto.

Susanto mengatakan, kecepatan Densus 88 dalam menangani terorisme cukup positif. Namun harus tetap memberikan perlindungan terhadap anak dan memperhatikan asas-asas kepatutan.

Lokasi penggerebekan pada Kamis pekan lalu itu merupakan institusi pendidikan sebagai tempat belajar peserta didik. “Pola kerja harus dievaluasi bila di tempat tersebut ada anak-anak,” ucap Susanto.

Susanto mengatakan, KPAI tegas menyatakan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak boleh tumbuh di Indonesia. Paham radikalisme, ekstrimisme dan terorisme tidak senafas dengan semua ajaran agama, termasuk Islam.

Negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Teroris dan Densus 88 memiliki kewajiban melakukan langkah pencegahan dan penanganan. Kedua lembaga tersebut tetap melakukan kerja cepat dalam penanganan teroris. Namun harus memperhatikan pula perlindungan terhadap anak. “Kami meminta mengevaluasi penanganan teroris untuk mencegah trauma terhadap anak,” kata Susanto.(TEMPO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top