oleh

Korp BPA Lakukan Aksi Refleksi 20 Tahun Simpang KKA

-Potret-36 views

Laporan: Riska Munawarah

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Korp Barisan Pemuda Aceh (BPA) melakukan refleksi 20 tahun pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Tragedi Simpang PT. Kertas Kraft Aceh (KKA) Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Jumat (3/5/2019).

Diskusi refleksi ini dilakukan sebagai bentuk mengenang luka lama yang belum di perhatikan serius oleh pemerintah, bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan 20 tahun silam tersebut masih sangat membekas di hati rakyat Aceh.

“Kita sangat menyayangkan ketika pemerintah belum melakukan langkah kongkrit untuk kasus tersebut,” ujar Muktawali ketua Korp BPA.

Mereka melihat tidak adanya politikal will dari pemerintah Aceh untuk menuntaskan kasus HAM masa lalu. Terlihat dari lemahnya support pemerintah Aceh terhadap kerja-kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsialisasi (KKR) Aceh, bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tidak termuat poin penuntasan HAM di Aceh.

Selain itu, belum selesainya persoalan HAM masa lalu, dengan keberadaan PT Emas Mineral Murni (PT EMM) dan perusahaan lainnya yang mengeruk hasil bumi Aceh tanpa memperhatikan kewenangan Aceh ditakutkan bakal terjadinya pelanggaran HAM baru di Aceh.

Dalam diskusi tersebut turut hadir Arif perwakilan Kontras Jakarta, Khairil dari Wilayah Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Zulfikar Muhammad Koalisi Non Governmnet Organization (NGO) HAM, Wahidoel Qahar Pemerhati HAM dan Lingkungan serta perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Banda Aceh dan sekitarnya.

Refleksi tersebut merekomendasikan kepada seluruh elemen sipil agar mengambil peranan serta perkuat KKR, kepada pemerintah Aceh agar menunjukkan komitmen dan mendukung KKR agar dapat bekerja maksimal serta memastikan Pemerintah Pusat segera menuntaskan kasus HAM di Aceh. (*)

Komentar

Indeks Berita