Kopi Menjadi Salah Satu Produk Andalan Ekspor Indonesia

Kopi Salah Satu Produk Andalan Ekspor Indonesia. Perum Perhutani mendukung pengembangan bisnis dan penguatan sistem kopi di Indonesia melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.
Harga Kopi Gayo
Kopi Salah Satu Produk Andalan Ekspor Indonesia. Perum Perhutani mendukung pengembangan bisnis dan penguatan sistem kopi di Indonesia melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.

ACEHSATU.COM | Jakarta – Kopi Salah Satu Produk Andalan Ekspor Indonesia. Perum Perhutani mendukung pengembangan bisnis dan penguatan sistem kopi di Indonesia melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan bahwa Perhutani sangat terbuka untuk bermitra dengan pihak manapun sesuai dengan Visi Perhutani yaitu Menjadi Perusahaan Pengelola Hutan Berkelanjutan dan Bermanfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan.

“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan bisnis dan ekosistem kopi nasional demi kesejahteraan petani kopi, melalui program PMO Kopi Nusantara agar kopi Indonesia semakin mendunia,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Kopi Indonesia bisa menjadi salah satu produk andalan ekspor Indonesia. Yang menarik ekosistem kopi di dalam negeri juga berkembang dengan pesat dengan menjamurnya cafe cafe Kopi di seluruh Indonesia. Selain munculnya, pengusaha milenial di komoditas Kopi.

Wahyu menjelaskan kawasan hutan Perum Perhutani yang dijadikan sebagai Pilot Project program PMO Kopi Nusantara oleh Kementerian BUMN melalui ID Food berada di wilayah Garut dan Bandung Selatan (Ciwidey).

Perum Perhutani mendukung upaya pengembangan bisnis komoditas kopi di Indonesia melalui PMO Kopi Nusantara yang merupakan program inisiatif Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperkuat ekosistem kopi di Indonesia dan mengoptimalkan potensi kopi sebagai komoditas nasional.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan siap bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun ekosistem untuk kopi.

Erick Thohir mengatakan kesiapan BUMN ini karena 96 persen dari produksi kopi terkait dengan petani. Berbeda dengan kelapa sawit di mana sawit itu sudah 60 persen swasta dan 40 persen petani.

Menurut dia, dalam membangun ekosistem tidak mungkin terjadi jika masing-masing pihak egosektoral, karena ekosistem itu bisa terjadi kalau ditempatkan di tengah semua kepentingannya.

Sebelumnya kompetisi Indonesia Cup of  Excellence (CEO) 2021 juga membuahkan hasil Terutama Kopi di wilayah Aceh.

Petani Kopi Gayo
Seorang petani kopi di dataran tinggi Gayo sedang memetik kopi. Foto Dok. ACEHSATU.com

Kopi Arabica Gayo Asal Pantan Musara Aceh Tengah Tertinggi Dalam Lelang Internasional Rp2,5 juta per Kg

Kopi Arabica Gayo Asal Pantan Musara Aceh Tengah Tertinggi Dalam Lelang Internasional. Kopi arabica gayo terjual dengan harga tertinggi Rp2,5 juta per kilogramnya dalam lelang internasional.

“Pada lelang tadi malam terjual dengan harga Rp2,5 juta per kilogram. Kopi dari Pantan Musara Aceh Tengah milik Dilen Ali Gogo,” kata Armiyadi,

Pembelinya adalah sebuah perusahaan asal Jepang atas nama perusahaan Wataru Co Ltd.

Armiyadi menyebut harga jual tersebut sangat tinggi dibandingkan harga normal kopi arabica Gayo di pasaran saat ini dengan harga tertinggi Rp90.000,- per kilogramnya untuk katagori green bean.

“Jadi lelangnya tadi malam secara online,” ujar Armiyadi.

Dia menjelaskan lelang secara online ini digelar pada Kamis malam (27/1/2022) di Bandung, Jawa Barat. 

Kopi yang dilelang merupakan kopi juara hasil uji cita rasa pada ajang CEO 2021 yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia.