https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Petani Kopi Gayo
Seorang petani kopi di dataran tinggi Gayo sedang memetik kopi. Foto Dok. ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | TakengonKopi Arabica Gayo Sentuh Harga Tertinggi Sepanjang Sejarah.

Harga kopi arabica Gayo terus melambung tinggi bahkan menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah yakni jenis green bean Rp110 ribu per kilogram sampai Rp115 ribu per kilogram.

Eksportir kopi Gayo di Takengon Armiadi mengatakan saat ini kopi Gayo jenis green bean dry process (DP) di pasar global sudah mencapai harga Rp110 ribu – sampai Rp115 ribu per kilogram dari harga tertinggi sebelumnya Rp92 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan untuk harga kontrak grade 1. Sekarang di daerah saja harganya sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Ia mengatakan harga kopi Gayo terus merangkak naik sejak setahun terakhir akibat dampak dari perubahan iklim dan cuaca ekstrim yang melanda negara-negara penghasil kopi dunia seperti Brasil, Kolombia, dan Mexico.

“Akibat dari cuaca ekstrim tahun lalu, negara-negara ini kehilangan sekitar 30 persen lahan perkebunan kopi mereka dan perlu waktu lama untuk pulih,”katanya.

Situasi tersebut kata dia menjadi keuntungan tersendiri bagi penjualan kopi Gayo di pasar global saat ini.

Dia juga memprediksi panen kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah pada tahun ini akan terjadi lebih awal yakni sekitar bulan September 2022.

“Kita perkirakan harga kopi ini akan tetap bertahan pada musim panen nanti. Sekarang harga normal kopi gelondongan di tingkat petani mencapai Rp150 ribu per kaleng, sebelumnya Rp120 ribu per kaleng,” sebutnya.

 Armiadi mengatakan kondisi produksi kopi di Gayo saat ini juga berkurang.

Hal ini dia perkirakan juga akan mempengaruhi pada kenaikan harga kopi Gayo di tingkat petani.

“Sekarang harga normal kopi gelondong di tingkat petani sudah naik menjadi Rp150 ribu per kaleng. Tapi di lapangan juga sudah ada yang membeli dengan harga Rp165 ribu,- sampai Rp170 ribu- per kaleng,” kata dia.