oleh

Kontroversi, Achmad Zaky Buka Suara Mengenai Keputusan Bukalapak

-Nasional-127 views

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Achmad Zaky adalah salah satu sosok paling terkenal di jagat teknologi. Beberapa kontroversi sempat mewarnai perjalanannya, di samping berbagai kesuksesan besar yang sudah ditorehkan di Bukalapak.

Pada bulan Februari 2019, ia bikin kehebohan lantaran cuitan ‘Presiden baru’ di Twitter. Kala itu, masih seru-serunya Pemilihan Presiden 2019.

Kata-kata ‘presiden baru’ itu tercetus dalam sebuah cuitan Zaky saat membahas perbandingan dana riset soal industri 4.0, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43. Dalam data yang dia sodorkan tersebut, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Hal ini memicu reaksi netizen. Pada awalnya yang bergejolak duluan adalah kalangan yang kontra dengan pernyataan Zaky, sehingga mengusung #uninstallbukalapak. Pada prosesnya, ada pula tagar berseberangan yakni #dukungbukalapak.

Pada dasarnya Zaky juga sudah memberikan klarifikasi mengenai kontroversi ‘presiden baru’ itu lewat rangkaian cuitannya di Twitter. Bukalapak juga memberikan klarifikasi resmi yang turut berisikan pernyataan lanjutan Achmad Zaky.

“Sebagai CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky pada prinsipnya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Beliau sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia,” begitu pernyataan Bukalapak pada saat itu.

Bukalapak menambahkan, Zaky memohon maaf atas kekhilafannya dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan cuitan tersebut tak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

PHK Karyawan Bukalapak

Pada September 2019 silam, Bukalapak, tentunya dengan persetujuan Zaky, melakukan PHK beberapa karyawannya. PHK dilakukan pada sejumlah karyawan di berbagai divisi. Secara total, disebutkan Bukalapak jumlah karyawannya saat ini adalah sekitar 2.500 orang.

Sumber detikINET menyebutkan, rumor PHK sudah menyebar paling tidak sejak tiga bulan sebelumnya. Menurutnya rumor menyebar setelah adanya PHK di divisi Customer Service Management (CSM) pada 3 bulan sebelumnya itu.

“Anak-anak CSM yang kena (PHK, sekitar) 120 orang. Sejak itu kabar ada PHK lanjutan menyebar. Jadi ya perasaannya ngeri-ngeri sedap gitu,” ujar sumber ketika dihubungi detikINET. Namun, saat itu perkara PHK baru menjadi sekadar rumor di kalangan karyawan.

Sampai akhirnya sumber detikINET pun dinyatakan dirinya jadi bagian yang kena PHK. “Pas hari-H ya tangan gua dingin. Kepala pusing. Shock banget,” kata dia. Informasi lain menyebut ada beberapa divisi yang terkena pemangkasan, salah satunya adalah divisi marketing.

Zaky buka suara mengenai keputusan ini. “Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP (break even point) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat,” demikian keterangannya.

PHK dilakukan setelah mempertimbangkan pendapatan Bukalapak sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA/earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) baik. “Pada saat ini kami sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana kami berjalan lancar tanpa halangan,” jelasnya.

Zaky mengungkapkan, hingga saat ini, Bukalapak adalah unicorn terakhir Indonesia yang jumlah sahamnya dimiliki secara signifikan oleh investor domestik Indonesia. Alumni ITB ini pun tetap bakal berikhtiar seperti itu, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas lokal.

“Kami berupaya keras untuk menjaga kepercayaan itu agar kontribusi kami nyata untuk pergerakan ekonomi di level usaha kecil,” tutupnya.(*)

Komentar

Indeks Berita