Berita Lainnya

Hukum

Politik

Sosok Cut Nyak Dhien
Dok. instagram.com/rampantbreeze/

ACEHSATU.COM – Siapa Cut Nyak Dhien? Begitulah judul video Khalid, seorang konten kreator dari Pakistan.

Dalam video yang diposting 3 hari lalu, Khalid menjelaskan bahwa Cut Nyak Dhien lahir sekitar tahun 1848 di Lampadang Banda Aceh dari keluarga aristokrat Islam Aceh.

Pada tahun 1874, ia melihat sikap brutal Kolonial Belanda yang menduduki Aceh dan meninggalnya suami pertamanya dalam pertempuran dengan Belanda.

BACA JUGA: Usai Nonton Film Cut Nyak Dhien, Gubernur DKI: Tjoet Nja’ Dhien Perempuan Tangguh

Kemudian ia menikah yang kedua kali dengan Teuku Umar, yang juga merupakan seorang pahlawan.

Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar kemudian bergerilya bersama mempertahankan perlawan dari rakyat Aceh terhadap Kolonial Belanda.

https://www.instagram.com/reel/CrRBWUYO3KB/?utm_source=ig_web_copy_link

Setelah Teuku Umar menjadi martil pada tahun 1899, Cut Nyak Dhien tetap mengepalai para pejuang Aceh.

Sampai ia kemudian ditangkap oleh Pemerintah Kolonial Belanda, kesehatannya menurun tapi tidak dengan keberaniannya.

BACA: Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Rombongan Geuchik Minta Pemerintah Aceh Perbaiki Informasi di Prasasti Makam

Ia tetap menolak kerja sama dan tetap menggelorakan perlawanan terhadap Kolonial Belanda.

Cut Nyak Dhien meninggal pada tahun 1908 dan dimakamkan di Sumedang Jawa Barat.

Sosok Cut Nyak Dhien
Dok. instagram.com/rampantbreeze/

100 tahun lebih setelah ia meninggal, dan setelah Kolonial Belanda pergi, Cut Nyak Dhien mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Cut Nyak Dhien juga merupakan perempuan pejuang Islam yang berhak diketahui dan dihormati oleh masyarakat muslim di seluruh dunia.

Inilah sosok Cut Nyak Dhien. (*)