Komunitas SteemSEA se Asia Tenggara dan CISAH Santuni Anak Yatim di Haul Sultan Malik Ash Shalih ke 746 Hijriah

komonitas Steemit Asia Tenggara ( SteemSEA) melalui akun @Steem.amal Indonesia. Bersama Lembaga Center for Information of Samudra-Pasai Haritage (CISAH) gelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-746 Hijriah (Ramadhan 696-1442 H)
sultan malik ash shalih
komonitas Steemit Asia Tenggara ( SteemSEA) melalui akun @Steem.amal Indonesia. Bersama Lembaga Center for Information of Samudra-Pasai Haritage (CISAH) gelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-746 Hijriah (Ramadhan 696-1442 H)

Haul Sultan Malik Ash Shalih ke 746 Hijriah

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Komunitas Steemit Asia Tenggara ( SteemSEA) melalui akun @Steem.amal Indonesia. Bersama Lembaga Center for Information of Samudra-Pasai Haritage (CISAH) gelar buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih ke-746 Hijriah (Ramadhan 696-1442 H).Dalam acara ini @steem.amal memberikan 40 paket Sembako .Kegiatan tersebut turut disponsori Binance From Aceh, KPA Daerah 3 Tengku Syiek di Paya Bakong, DPW PA Aceh Utara, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

Memperingati Haul ke-746 tahun wafatnya Sultan Al-Malik Ash-Shalih, atau yang dikenal Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara jatuh pada setiap 15 Ramadan.

Acara tersebut bertempat di Kompleks Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (27/4/ 2021).

Baca Juga: Pengurus Majelis Akreditasi Dayah Aceh Dikukuhkan

Menurut Ketua CISAH, Abd. Hamid, Peringatan Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih bertujuan membuka kembali wawasan ataupun ilmu pengetahuan bagi masyarakat Aceh, terutama generasi muda tentang sosok pendiri Kesultanan Samudra Pasai.

Ia mengatakan kegiatan peringatan Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih merupakan agenda rutin untuk membuka kembali tentang kepribadian sosok Sultan Al-Malik Ash-Shalih yang merupakan pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara.

“Minimal masyarakat ataupun generasi kita harus mengetahui jarak antara dia sekarang dengan pendahulunya, yaitu Sultan Al-Malik Ash-Shalih yang berjarak dengan kita sekitar 746 tahun lalu,” ujarnya.

Apalagi, kata Abd. Hamid, sifat yang spesifik sebagaimana yang terpahat dalam inskripsi, tertulis pada batu nisan Sultan Al-Malik Ash-Shalih adalah At Taqi, yaitu seorang yang bertakwa.

Adapun terjemahan selengkapnya dari bunyi inskripsi pada batu nisan sebelah kaki (selatan) makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih adalah, “Inilah kubur orang yang dirahmati lagi diampuni, orang yang bertakwa (takut kepada murka dan azab Allah) lagi pemberi nasihat, orang yang berasal dari keluarga terhormat dan dari silsilah keturunan terkenal lagi pemurah (penyantun), orang yang kuat beribadah (‘abid) lagi pembebas, orang yang digelar [dengan] Sultan [Al-]Malik Ash-Shalih, yang berpindah [ke rahmatullah] dari bulan Ramadhan tahun 696 dari hijrah Nabi [saw.]. Semoga Allah menyiramkan [rahmat-Nya] ke atas pusaranya serta menjadikan surga tempat kediamannya. Tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah)”.

Kegiatan yang diawali dengan shalat ashar berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Sukarna Putra, dilanjutkan dengan samadiyah yang dipimpin oleh Waled Mustafa M. Isa Pulo, dilanjutkan dengan pembacaan Do’a oleh Abi Zulfahmi Aron, kemudian pembagian sembako serta uang saku kepada 55 orang anak yatim yang didata dari beberapa desa dalam pemukiman Blang Mee Kecamatan Samudera.