https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Anggota Komisi III DPR-RI Nazaruddin alias Dek Gam

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Anggota DPR-RI asal Aceh H Nazaruddin alias Dek Gam meminta kepada Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP-Migas) Republik Indonesia dan PT Pertamina (Persero) untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Aceh, sebagai upaya untuk menghindari antrean panjang BBM yang selama ini terjadi di Aceh.

“Saya minta BP-Migas dan Pertamina agar menambah kuota BBM untuk Provinsi Aceh, sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre lama di SPBU,” kata Dek Gam, Selasa, (31/1/2023).

Baca Juga: Dek Gam Minta KPK Usut Tuntas Pengadaan Kapal Aceh Hebat Oleh Pemerintah Aceh 2021 Silam

Menurut Nazaruddin alias Dek Gam yang juga mantan presiden Persiraja, persoalan antrean BBM yang terjadi di Provinsi Aceh sangat memberatkan masyarakat karena warga harus mengantre lama untuk mengisi BBM, sehingga hal ini berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, dampak antrean tersebut juga menyebabkan terjadinya antrean panjang di hampir seluruh SPBU yang ada di Provinsi Aceh, sehingga hal ini mengganggu aktivitas masyarakat.

“Antrean BBM di Aceh ini kan masalah kuota, makanya kuota BBM untuk Aceh harus ditambah,” sebut Dek Gam.

Di sisi lain, Legislator Aceh ini meminta Polda Aceh agar mengawasi penyaluran BBM di Provinsi Aceh, dengan harapan tidak terjadinya penyimpangan dalam pendistribusian BBM bagi masyarakat di Aceh.

Menurutnya, dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh kepolisian di jajaran Polda Aceh, maka apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran, maka aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dek Gam juga meminta kepada teman-teman pewarta di Aceh juga turut berpartisipasi dalam penyaluran BBM di Aceh, dan meminta apabila menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM agar dapat melaporkan langsung kepada dirinya, sehingga laporan tersebut bisa diteruskan ke Polda Aceh.

“Kalau ada info lapor langsung ke saya, agar saya teruskan laporan tersebut ke Bapak Kapolda Aceh. Jangan langsung diberitakan, karena nanti (barang) buktinya bisa hilang,” tutup H Nazaruddin .alias Dek Gam

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik