Kombes Dicky Sondani : Pemeriksaan di Pos Perbatasan Tidak Ada Acak, Wajib Surat Rapid Tes Antigen

“Tidak ada pemeriksaan acak bagi orang yang masuk Aceh karena ini upaya mencegah penyebaran Covid-19 di provinsi ini”Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani Sik MH
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani SIK MH. acehsatu.com/muhammad nasir

Kombes Dicky Sondani : Pemeriksaan di Pos Perbatasan Tidak Ada Acak, Wajib Surat Rapid Tes Antigen.

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani Sik MH menegaskan pemeriksaan terhadap orang masuk ke Aceh di pos perbatasan Aceh, petugas wajib melakukan pemeriksaan surat rapit tes antigen yang non reaktif karena merupakan perintah Gubenur Aceh.

“Tidak ada pemeriksaan acak bagi orang yang masuk Aceh karena ini upaya mencegah penyebaran Covid-19 di provinsi ini, ” ujar Dicky Sondani.

Pernyataan Dirlantas Aceh ini, menyikapi kebijakan Pemkab Aceh Tamiang  yang  membuat kebijakan, pemeriksaan orang masuk ke Aceh dilakukan secara acak.

Menurut Dicky Sondani, pemeriksaan acak boleh dilakukan terhadap pengujung lokasi wisata atau orang yang keluar Aceh, untuk orang yang masuk Aceh tetap wajib pemeriksaan surat rapit tes antigen non reaktif.

Jika alasannya banyak pegawai di Aceh Tamiang yang bekerja di daerah itu namun tinggalnya di Sumatera Utara  maka Bupati harus mengajukan pengucualian kepada Gubenur Aceh.

“Karena ada orang bekerja di Aceh Tamiang bolak balik keluar Aceh karena tinggal di Sumatera Utara makan Bupati mengajukan pengecualian ke Gubenur,” jelas Dirlantas Polda Aceh ini.

Jadi lanjutnya, tidak bioleh buat aturan sendiri , Bupati sampaikan kepada Gubenur kondisi tersebut karena sampai saat ini masuk Aceh wajib pemeriksaan surat rapid tes antigen non reaktif, pungkas Dicky .

Baca : Pemeriksaan di Perbatasan Aceh Tamiang Acak, Tidak Mutlak Surat Rapid Antigen

Baca : Tidak Ingin Diputar Balik, Penumpang Wajib Bawa Surat Bebas Swab Antigen

penyekatan mudik di perbatasan aceh- sumut di Aceh Tamiang. Foto direkam beberap waktu lalu.

Pemeriksaan Acak

Sebelumnya diberitakan acehsatu.com, pemeriksaan warga yang masuk Aceh di Pos perbatasan Aceh-Sumut dilakukan secara acak, tidak mutlat memeriksa surat rapid tes antigen yang non reaktif, ini dilakukan agar tidak membebani warga Aceh Tamiang yang berkerja di daerah ini namun tinggal di Sumatera Utara.

“Hasil rapat yang digelar pihak terkait di Dinas Perhubungan, Selasa (19/5/2021) di informasikan, pemeriksaan di pos perbatasan Aceh-Sumut di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang dilakukan secara acak,” ujar Jubir satgas Covid-19 Aceh Tamiang, Agusliayan Devita  kepada acehsatu.com, Rabu (19/5/2021).

Dijelaskan Devi, pemeriksaan acak maksudnya, petugas akan meminta surat rapid tes antigen kepada orang yang masuk Aceh jika warga tersebut dicurigai saat poemeriksaan suhu tubuhnya diatas 37 derajat, namua jika dibawah itu, hanya pemeriksaan suhu tubuh saja,” jelasnya.

Alasan kebijakan ini dilakukan, untuk meringankan warga terutama orang yang bekerja di Aceh Tamiang namun tinggalnya di Sumatera Utara. Tidak mungkin setiap hari mereka melakukan pemeriksaan rapid tes antigen karena biayanya sekitar Rp 200 ribu.

“Pertimbangannya banyak pegawai yang tinggal Sumatera Utara, pertimbangan lainnya belum ada,”  ujar tambah Devi (*)