Knalpot Brong Dimusnahkan, AKP Vifa Febriana Sari Ajak Warga Sadar Hukum dan Etika di Jalan Raya

Kepala Satlantas Polres Lhokseumawe, AKP Vifa Febriana Sari memimpin langsung kegiatan pemusnahan tersebut.
Pemusnahan Knalpot Brong
AKP Vifa Febriana Sari saat memimpin pemusnahan knalpot brong dan edukasi warga, Senin (7/2/2022). | IST

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Knalpot Brong Dimusnahkan, AKP Vifa Febriana Sari Ajak Warga Sadar Hukum dan Etika di Jalan Raya.

Satuan Lalulintas (SatLantas) Polres Lhokseumawe melakukan pemusnahan sejumlah knalpot brong di halaman belakang Mapolres Lhokseumawe, Senin (7/2/20022).

Selain melakukan pemusnahan, petugas Satlantas juga memberikan edukasi terhadap para pengendara yang terjaring dalam penertiban pada Sabtu (5/2/2022) lalu.

Dalam penertiban yang digelar bersama tim gabungan tersebut, sebanyak 34 sepeda motor yang terjaring.

Kepala Satlantas Polres Lhokseumawe, AKP Vifa Febriana Sari memimpin langsung kegiatan pemusnahan tersebut.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan Lhokseumawe, pihak dealer serta pemilik kendaraan yang terjaring penertiban knalpot brong.

Kepala Satlantas, AKP Vifa Febriana Sari SH, SIK MH mengatakan, penertiban terhadap kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot brong merupakan perintah langsung dari dirlantas Polda Aceh.

Alumni Akpol 2009 ini menjelaskan, penertiban terpaksa dilakukan mengingat dampak dari penggunaan knalpot tidak sesuai standardapat menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan warga.

Selain itu, emisi gas buangnya dapat menggangu lingkungan hidup. Pemakaian knalpot racing diperbolehkan, namun untuk tujuan mengikuti kontes, bukan di jalan raya.

AKP Vifa Febriana
AKP Vifa Febriana memperlihatkan penghargaan yang diperolehnya. | Foto: NET

Perwira polisi yang pernah diganjar penghargaan atas prestasi “Pembagian 2.019 Buku di Pulau-pulau Terdepan Aceh Besar itu juga menerangkan, bahwa penggunaan knalpot racing atau brong melanggar 285 ayat 1 UU LLAJ.

Dalam aturan itu disebutkan, setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

“Kepada rekan-rekan semuanya untuk membantu kita, sebagai pioner. Karena, penertiban knalpot brong akan dilaksanakan secara kontinyu dan berkesinambungan,” ujar AKP Vifa.

Sehingga, lanjut dia, kedepan tidak ada lagi pengguna knalpot brong di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Dalam kegiatan yang diisi program edukasi ini, personel Satlantas Polres Lhokseumawe bersama pemilik kendaraan yang terjaring dalam penertiban knalpot brong melakukan pemusnahan knalpot tersebut di halaman belakang Mapolres Lhokseumawe. (*)