KMPAN Tagih Janji Pemerintah Aceh soal Transparansi Refocussing APBA Rp1,7 T

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) menagih janji Pemerintah Aceh terkait transparansi dokumen program refocusing APBA tahun 2020 sebesar Rp1,7 triliun seperti diucapkan Asisten Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Teuku Ahmad Dadek pada 19 Juni 2020 lalu.

Menurut organisasi kepemudaan itu, faktanya hingga kini publik belum juga diberi akses untuk memperoleh dokumen tersebut.

“Kami meminta Pemerintah Aceh untuk tidak lagi menyembunyikan dokumen tersebut, sudah cukup bermain kucing-kucingan dengan rakyat,” Sekretaris Jenderal (Sekjen) KMPAN, Fadhli Espece dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020)

BACA JUGA: LIPUTAN KHUSUS: Menyibak Sosok Superman di Balik Agenda Refocusing yang Macet

Dikatakan Fadhli, negara telah mengatur terkait transparansi melalui UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Menurut dia, rakyat sebagai pemilik kedaulatan dalam negara demokrasi berhak mendapatkan akses informasi. Pemerintah sebagai pengelola anggaran harus transparan dalam alokasi dan pelaksanaannya.

“Jangan sampai rakyat memunculkan dugaan-dugaan adanya praktek pokle’k anggaran di dalam pemerintahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekjen KMPAN juga meminta DPRA selaku pemegang mandat rakyat untuk serius menjalankan fungsi pengawasannya terkait refocusing APBA 2020.

BACA JUGA: Sekda Aceh Minta UPTD-IBI Saree Tingkatkan Kinerja, Apa Kabar Kasus Sapi Kurus dan Banyak yang Mati?

Dia juga menyindir kinerja 81 anggota DPRA yang kini menjabat. Menurutnya, para wakil rakyat Aceh selama ini terlihat garang seperti harimau saat berbicara di media, tapi ketika berhadapan langsung dengan Pemerintah Aceh nyalinya langsung ciut seperti kucing kekurangan gizi.

“Kami berharap, DPRA dapat mengawal ketat kemana saja alokasi anggaran yang sudah terpangkas,” kata Fadhli Espece. (*)