oleh

KMPAN: Aceh Harus Berani Gunakan Dana Otsus untuk Penyelesaian Corona

-Nanggroe-261 views

KMPAN: Aceh Harus Berani Gunakan Dana Otsus untuk Penyelesaian Corona

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Dalam butir-butir perjanjian Memorandum of Understanding (MoU Helsinki) Aceh diberi hak-hak khusus oleh Pemerintah Indonesia untuk mengurus Pemerintahan Sendiri (Self Government).

Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah Aceh lebih berani untuk menentukan sikap dan kebijakan terkait Covid 19, bukan hanya pemberlakuan “maklumat jam malam” lalu mencabutnya.

“Bayangkan Musi Banyuasin, adalah kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan mengelontorkan dana 500 M dari realokasi 30 persen APBD tahun 2020 untuk mengatasi Covid-19. Sedangkan Aceh sebagai provinsi hanya menyiapkan 118 M dari total APBA 17 Triliun,” ungkap Maulana, Ketua Propaganda dan Media KMPAN kepada ACEHSATU.COM, Selasa (7/4/2020).

Berapa pekan lalu Indonesia telah mengimpor 1 juta alat rapid test corona, namun dokter mengatakan hal tersebut kurang efektif.

Pemerintah, kata Maulana, lebih baik melakukan pengadaan besar alat polymerase chain reaction (PCR) untuk digunakan di rumah sakit atau laboratorium kesehatan.

Dengan uang yang tidak sebegitu banyak bila dibandingkan dengan kabupaten Musi Banyuasin.

“Apakah Aceh tidak ada inisiatif untuk membeli alat pengetes Corona atau apalah itu. Mau sampai kapan bergantung dengan Pusat? Mau tes positif-negatif saja harus menunggu berminggu-minggu,” kata Maulana.

Hal yang paling mencengangkan, katanya, malah ada yang meninggal, tapi statusnya tidak jelas. Baru seminggu kemudian keluar hasil swab positif.

Ada juga PDP yang dibiarkan pulang, terus beraktivitas di gampong, seminggu kemudian keluar swab positif dari Jakarta, lantas dijemput lagi.

“Sunguh Ironis Aceh lon Sayang. Untuk apa memiliki APBA dan Otsus yang fantatis serta memiliki kewenangan khusus? Jika Pemerintah masih bergantung-gantung sedangkan rakyat terkatung-katung,” pungkas Maulana. (*)

Indeks Berita