oleh

Kisah Sopir Truk yang Berhasil Jadi Bupati Dua Periode, Jarang Makan Nasi Masa Kecil dan Sempat Jadi Mantri Polisi

-Sosok-13.431 views

ACEHSATU.COM – Menerima jabatan sebagai Bupati merupakan tanggung jawab besar. Apalagi bagi Indartarto sosok yang berasal dari keluarga menengah.

Sopir yang Berhasil Jadi Bupati Dua Periode. Channel YouTube Metro TV ©2020 Merdeka.com

Cita-citanya cukup sederhana, menjadi sopir setelah tamat SMA. Namun, siapa sangka kini dia bisa mengemban amanah sebagai Bupati Pacitan sampai tahun 2021.

Dikutip dari Merdeka.com, Ingin tahu sosok Indartarto, seorang sopir yang berhasil menjadi Bupati selama dua periode? Simak informasinya berikut ini.

Masa Kecil Jarang Makan Nasi

Pria yang lahir di Ponorogo, 27 September 1954 ini mengalami masa kecil yang begitu sederhana. Keluarga Indartarto jarang bisa menikmati makan enak. Apalagi nasi, hampir tidak pernah.

Setiap hari bisa makan tiwul atau olahan ketela saja sudah cukup bahagia dan membuat kenyang. Paling menyenangkan saat mendapat undangan makan di rumah orang kaya, karena biasanya disediakan soto.

Indartarto selalu berinisiatif ke rumah tetangga yang mengadakan bancakan atau selametan. Semua anak kecil diundang dan mendapat sepaket nasi, sayur, dan telur rebus yang dibelah jadi delapan. Sebuah keistimewaan baginya.

Pernah satu kali berpura-pura sakit, demi bisa makan enak. Kedua orang tuanya yang khawatir langsung membelikan Indartarto sebungkus soto kala itu.

Bercita-cita Jadi Sopir

Indartarto menjalani masa remaja di Pacitan. Kala itu pekerjaan menjadi sopir, baik truk maupun mobil pribadi termasuk mengesankan. Banyak di antara para sopir dapat makan enak dan punya istri cantik.

Hal itulah yang membuat Indartarto bercita-cita menjadi seorang sopir. Akhirnya dia ikut seorang pengusaha kaya, demi bisa belajar menyetir mobil. Sebagai gantinya dia kerap mencuci mobil.

Cukup bersyukur tanpa harus mengeluarkan kocek sepersen pun sudah bisa belaajr setir dan dapat SIM.

Bekerja Jadi Sopir dan Laden di Rumah Dinas

Setelah menyelesaikan studinya di SMA, Indartarto menjadi sopir Bupati. Baginya itu sebuah tawaran luar biasa. Tinggal di kamar kecil belakang rumah dinas.

Setiap harinya bertugas mengantarkan anak-anak sekolah dan Bupati bertugas. Selain itu dia juga harus menjadi laden atau pramusaji. Setiap kali ada tamu langsung bersiap menyediakan sajian.

Minta Ijin Lanjut Sekolah di Akademi

Seiring berjalannya waktu, Indartarto berkeinginan untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Meski cita-citanya menjadi sopir telah tercapai, dia ingin bisa melanjutkan sekolah lagi.

Indartarto memberanikan diri untuk meminta ijin mengambil sarjana. Tapi HG. Soedibjo, Bupati kala itu tidak rela melepaskan sopirnya yang telah setia menemani selama 2,5 tahun itu pergi. Penolakan tegas dilontarkan begitu saja.

Keesokan harinya, Soedibjo memanggil Indartarto. Dia menanyakan perihal calon pasangan, jika sudah punya akan disekolahkan oleh Bupati. Langsung saja mengaku punya, meski bohong demi bisa sekolah.

Akhirnya Indartarto bisa melanjutkan sarjana di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri sejak 1978 hingga 1981.

Sempat jadi Mantri Polisi dan Camat

Setelah lulus sebagai sarjana, Indartarto bekerja sebagai Mantri Polisi, waktu itu berarti wakil camat. Selang 3 tahun berlalu, dia diangkat menjadi seorang camat Pringkuku.

Penampilannya yang begitu sederhana membuat masyarakat sering kali mengira Indartarto sopir camat.

Setiap ada tamu saja, kerap salah paham. Hingga Indartarto membuat lomba di beberapa desa dengan menampilkan dirinya, supaya masyarakat lebih kenal. Lalu berpindah tugas sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan hingga 2010.

Jabatan Bupati Dua Periode

Setelah Indartarto pensiun dari PNS, dia diminta mengemban amanah sebagai Bupati. Tentu saja penolakan yang disampaikan. Banyak orang yang datang ke rumah, ada yang membawa hasil panen, teh, dan macam-macam untuk merayunya.

Ternyata pribadi Indartarto yang santun dan cekatan, membuat masyarakat begitu menginginkan kepemimpiannya. Bermodal Rp33 juta dari hasil pensiun, Indartarto bersaing dalam pemilu dan tentu saja menang. Dua periode sebagai Bupati sejak 2011 hingga 2021 kelak.

Terima 6 Penghargaan Satya Lencana

Hingga kini Indartarto telah menerima enam Satyalancana Karya Satya. Sebuah penghargaan yang diserahkan pada PNS yang berbakti pada negara selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih, secara terus menerus.

Tentu saja dengan syarat mampu menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian. Indartarto dianggap mampu menjadi teladan bagi pegawai lain dan masyarakat. (*)

Indeks Berita