Sosok

Kisah Riski Adrian, Perwira Muda yang Pernah Sukses Menangkap Anak Buah Din Minimi

Setelah lulus SMA 3 Batam Riski tidak mempunyai cita-cita menjadi polisi.

FOTO | FAJRI BUGAK

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Iptu Riski Adrian memang dilahirkan dari keluarga yang berlatar belakang PNS.

Buah hati dari pasangan Yulmi dan Junaida dibesarkan di  Batam Kepulauan Riau mempunyai kisah tersendiri sebelum lulus di Akademi Kepolisian (Akpol) Republik Indonesia.

Senin lalu, (16/7/2018) di Mapolres Bireuen saat-saat bincang-bincang dengan Wartawan ACEHSATU, Kasat Reskrim Polres Bireuen yang sudah dipindah tugas ke Kasat Reskrim Polres Lhoksemawe.

Saat itu, pewarta media ini berhasil mencuri kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok Riski Adrian.

Riski begitu akrab disapaan, mengawali karir di kepolisian masuk Akpol 2009 dan lulus 2012.

Selanjutnya menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) lulus 2013. Setelah lulus Riski ditugaskan ke Meulaboh Aceh Barat.

“Sebelum bertugas ke Aceh, ibu di rumah sempat kasih kain sarung, ibu berpesan supaya rajin ibadah karena Aceh daerah syariat Serambi Mekah,” kenang Riski.

Pemuda kelahiran 12 Juni 1991 kelurahan Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau mengikuti pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Batam Kepulauan Riau.

Saat tugas di Meulaboh jabatan pertama Riski Kanit Binmas Polsek Johan Pahlawan selanjutnya ia dipercaya menjabat sebagai Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Aceh Barat.

Setelah beberapa bulan selanjutnya Riski dipromosi menjadi KBO Satlantas Aceh Barat, tak lama kemudian ia dipindah tugas menjadi Kapolsek Kaway XVI.

“Saat  jadi Kapolsek saya pernah masuk Tv One di program “ Menyingkap Tabir” karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak,” kata Riski mengenang.

Siapa bisa menyangka, tenyata di balik kesuksesan polisi muda berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) di Korp Bhayangkara, dahulunya tidak memikiki cita-cita menjadi polisi.

Setelah lulus SMA 3 Batam Riski tidak mempunyai cita-cita menjadi polisi.

Anak ke empat dari empat bersaudara ini dahulunya mempunyai cita-cita menjadi dokter. Riski sudah lamar di dua kampus di Fakultas Kedokteran, di Palembang dan Padang.

Sambil menunggu pengumuman di Fakultas Kedokteran, masa jedah dalam tiga bulan menunggu pengumuman di Fakultas kedokteran bulan Agustus. Bulan Juni dan Juli saya tes Akpol dan IPDN.

Setelah bertugas di Aceh Barat lebih kurang dua tahun, selanjutnya Riski Adrian dipromosi menjadi Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya.

Selamat menjabat sebagai Kasat Reskrim Aceh Jaya Riski dan timnya berhasil menangkap salah seorang anggota kelompok Din Minimi.

Tahun 2016 Riski dipindah tugas menjadi Kasat Reskrim Polres Bireuen, setelah menjalankan tugas satu tahun lebih di wilayah hukum Kota Juang- julukan untuk Kabupaten Bireuen serta berhasil membongkar berbagai kasus kriminal di Bireuen.

Berdasarkan surat telegram Kapolda Aceh Nomor ST/467/VII/KEP.3../2018 Tanggal 05-07-2018. Pemuda manis dari suku Melayu ini secara resmi dipindah tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Lhoksemawe.

Selamat bertugas ditempat yang baru, Iptu Riski Adrian. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top