oleh

Kisah Pilu Dikeheningan Malam, Sebilah Rencong Hujani Tubuh Bocah 9 Tahun Hingga Tewas, Ternyata Pelakunya Ayah Kandung

ACEHSATU.COM |  KUTACANE – Entah apa motifnya, tiba-tiba seorang ayah bernama Win Alpadilah Yasir (33), warga Desa Rikit, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) menikam anak kandungnya yang masih berusia sembilan tahun dengan senjata tajam hingga meninggal dunia.

Nyawa korban yang bernama Taufik Qurahman tidak tertolong meski sempat dirujuk untuk penanganan medis lanjutan di rumah sakit Medan.

Insiden menggegerkan itu terjadi Kamis (13/12/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB ketika Win Alpadilah sedang tidur di ruang tamu bersama dua anaknya, yaitu Taufik Qurahman dan seorang adiknya berumur tujuh tahun.

Menurut kabar, Win Alpadilah sudah bercerai dengan istrinya dan saat ini sang istri berada di Malaysia. Ada dugaan pelaku mengalami depresi jiwa berlatar belakang rumah tangga.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosaputro SIK MSI didampingi Kapolsek Bambel, Ipda P Mangungsong , Jumat (14/12/2018) mengatakan, saat sedang tidur di ruang tamu, tiba-tiba pelaku bangun dan mengambil sebilah senjata tajam (sejenis rencong berukuran panjang dengan gagang melengkung) di dalam kamar dan langsung menikamkan ke tubuh korban.

Tikaman senjata tajam itu menghunjam tubuh bocah tak berdosa itu di bagian bawah dada kiri dan pinggang kanan. Jerit kesakitan korban membahana di malam itu hingga mengagetkan tetangga.

Selain jerit kesakitan korban, pelaku juga meraung histeris ketika melihat anaknya mandi darah. Tetangga korban secepatnya menyerbu ke tempat kejadian.

Saat itu terlihat pelaku duduk sambil meraung-raung di samping anaknya sambil mengatakan dirinya khilaf.

Selanjutnya tersangka bersama warga langsung melarikan korban ke RSUD Sahudin Kutacane untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa jam dirawat di RSUD Sahudin, korban dirujuk ke rumah sakit di Medan.

Namun, pada Jumat (14/12/2018) pagi, korban meninggal dunia ketika sedang dalam penanganan medis di Medan. Nyawa korban tak tertolong karena pendarahan hebat.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, korban mengalami luka robek akibat tusukan senjata tajam di bawah dada kiri sepanjang 2,5 cm dan lebar 1,5 cm serta luka robek di pinggang kanan dengan panjang 1,5 cm dan lebar 1 cm. Kini pelaku sudah diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumber Serambinews.com

Komentar

Indeks Berita