Kisah Kapak dan Kemiskinan Aceh

Kisah pertama terkait dengan potensi penyebab kemiskinan, merujuk pada kisah kapak seorang tukang kayu dengan konglomerat yang dinukilkan dalam Kitab Al-Mustadrak.
Melawan Rentenir
Prof Dr M Shabri Abd Majid MEc

Oleh: Prof. Dr. M. Shabri Abd. Majid, M.Ec

DALAM beberapa hari terakhir, suhu Aceh sedikit panas, bukan hanya cuaca tapi juga berita. Tepatnya pada Senin, 15 Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis berita resmi statistik tentang kondisi kemiskinan di Aceh yang berada pada posisi pertama termiskin di Pulau Sumatera dan rangking ke enam termiskin di Indonesia.

Pada Bulan September 2020, jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 15,43%, dibandingkan rata-rata kemiskinan Sumatera (10,22%) dan nasional (10,19%).

Walaupun demikian, selama pandemic Covid-19, kenaikan tingkat kemiskinan Aceh selama periode Maret 2019 – September 2020 hanya sebesar 0,72%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan rata-rata tingkat kemiskinan nasional sebesar 8,29%.

Setidaknya, ini menyiratkan kemampuan Aceh untuk menekan laju tingkat kemiskinan lebih efektif pada level nasional di masa pandemic Covid-19.

Fakta lain yang juga tidak kalah menariknya adalah kondisi kesenjangan pendapatan antar masyarakat di Aceh yang berada di rangking ke tujuh terendah di level nasional.

Tingkat kesenjangan pendapatan masyarakat Aceh yang diukur dengan rasio Gini (0,319 poin) jauh lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional (0,385 poin).

Ini mengindikasikan bahwa keadilan perekonomian Aceh jauh lebih baik dibandingkan dengan 34 provinsi lainnya di Indonesia.

Peran Baitul Mal Aceh telah membantu wujudnya keadilan ekonomi dalam masyarakat Aceh.

Tulisan ini mengulas potensi penyebab dan solusi pengentasan kemiskinan merujuk pada dua kisah kapak.

Kisah pertama terkait dengan potensi penyebab kemiskinan, merujuk pada kisah kapak seorang tukang kayu dengan konglomerat yang dinukilkan dalam Kitab Al-Mustadrak. 

Sedangkan, kisah kapak kedua fokus pada tawaran solusi kemiskinan Aceh dengan merujuk pada Hadits yang diriwatkan Abu Daud.

Kapak Tukang Kayu vs Konglomerat (Simak di Halaman Berikutnya)