Kisah Getir Kehidupan Abdullah, Korban Konflik yang Masih Terpasung

ACEHSATU.COM, ACEH UTARA – Lembaga Swadaya Masyaraakat Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (LSM-PUSPA) mengunjungi Abdullah bin Abdurrahman (35) yang saat ini masih terpasung di rumahnya akibat gangguan mental.

Abdullah merupakan warga Desa Ulee Madon Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, mengalami gangguan mental karena pernah mendapat kekerasan pada saat konflik Aceh masih berkecamuk.

Kedatangan ACEHSATU.COM dan Tim Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kerumahnya pada Rabu (13/05/2020) mendapat sambutan hangat dari keluarga Abdullah, terutama Ibundanya Khairiah (55).

Sambil meneteskan air mata Ibunda Abdullah, Khairiah (55), membagikan kisah hidup anaknya kepada kepada Tim Puspa yang berkunjung ke rumahnya, khairiah mengisahkan awal anaknya mengalami gangguan jiwa.

Khairiah menceritakan, saat itu konflik Aceh masih berkecamuk tepatnya tahun 2001, Adullah yang masih duduk di bangku sekolah SMA pergi main-main ke Matang untuk menjumpai rekannya, namun sesampainya di Matang Abdullah diperiksa oleh oknum aparat, Abdullah diperiksa karena dicurigai sebagai Anggota Gerakan Aceh Merdeka  (GAM).

Khairiah melanjutkan, mulai hari itu Abdullah tidak kembali ke rumah, baru esok harinya keluarga mendapat informasi bahwa Abdulah ditahan di Matang dan diminta pihak kepala Desa untuk menjemputnya.

Masih kata khairiah ibunda Abdullah, saat anaknya sudah kembali ke rumah kondisi sering meraung sibuk dan berontak bahkan sempat mengatakan keluar angin lewat telinga.

Kepada tim PUSPA, Khairiah mengatakan, anaknya tidak pas lagi dan terganggu kejiwaan dan sarafnya sepulang dari matang, kondisinya pasang surut, kadang mengamuk dan kadang bertindak merusak apa saja hingga harus di pasung.

“Kondisnya pasang surut, kadang mengamuk dan kadang bertindak merusak apa saja hingga harus di pasung,” ujar ibunda Abdullah.

Pada kesempatan tersebut Nurliani, S. Sos (Sekretaris PUSP), sempat menanyakan kepada ibunya apakah Abdullah tidak pernah dibawa kerumah sakit Jiwa? Ibunya Mengatakan bahwal hal itu sering dilakukan baik pulang pergi atau rawat inap di Rumah Sakit namu karena kondisi sekarang ini lagi pandemi covid-19 jadi untuk sementara tidak kami bawa.

“Kami ini keluarga miskin, nah jika tidak kita pasung dia kadang ngamuk melempar mobil orang atau membakar apa saja milik orang lain, kami mau membayar dengan apa?,” ungkap Khairiah sambil menyapu Air mata.

Melihat kondisi Abdulah yang masih di pasung ini, bagaimana dengan program Pemerintah Acah bebas pasung selama yang selama ini digaungkan.

Semoga pemerintah Aceh untuk dapat segara membantu biaya pengobatan Abdullah, sehingga Abdullah bisa bebas dari pasung dan hidup normal sebagaimana mestinya. (*)