oleh

Kisah Anak 12 Tahun yang Sudah Jadi ‘Pak Haji’

-Nasional-49 views

ACEHSATU.COM – Naik haji kerap mendapat stereotype ‘nanti saja kalau sudah tua’. Namun tidak demikian bagi Ahmad Arief, di usia belia justru ia sudah bertekad untuk menghadap ke Baitullah.

Kehadiran Arief atau yang kerap disapa Abi ini pun memberi warna tersendiri di rombongan jemaah haji khusus Maktour. Meski baru berusia 12 tahun, Abi mudah saja berbaur dengan jemaah lain yang usianya seumuran bapaknya atau bahkan mungkin kakeknya.

“Abi sini, duduk di sini saja makannya,” panggil seorang jemaah yang mengajak Abi untuk berbagi meja makan siang.

Abi pergi haji tahun 2019 ini bersama sang ayah, Lutfi. Namun selama perjalanan di Tanah Suci, siswa di Pondok Pesantren Sulaimaniyah Makassar ini tak selalu ‘menempel’ ayahnya. Justru Arief terlihat sering pergi sendirian ataupun ikut mingle dengan jemaah lain.

“Dia memang sudah terbiasa mandiri sejak kecil. Makanya di sini dia sering jalan sendiri, tetapi tetap saya pantau dari jauh,” ujar sang ayah, Lutfi kepada detikcom.

Lutfi mengaku tak pernah memaksa anaknya untuk pergi haji sejak dini. Sebaliknya, Abi lah yang punya keinginan sendiri untuk menuntaskan kewajiban rukun Islam kelima sesegera mungkin.

“Justru dia sendiri yang pengin daftar, ya sudah saya daftarkan,” tukas Lutfi.

Dalam obrolan dengan detikcom, Abi sekilas mirip dengan anak-anak lainnya, yakni pemalu di awal perkenalan. Namun pondasi agama yang kuat sudah terlihat dari anak ini.

“Mumpung mampu sekarang, kenapa tidak?” ujar Arief menjawab pertanyaan kenapa di seusianya sudah ada keinginan naik haji.

“Agar bisa mendoakan teman-teman, keluarga dan guru-guru saya di pondok. Agar doa-doanya bisa lebih makbul, lebih terkabulkan. Dapat pahala juga,” lanjut anak yang sudah hafal 5 juz ayat suci Al Quran tersebut.

Usai pulang berhaji, Abi pun punya harapan mulia. “Untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi hafiz Al Quran. Termasuk mengamalkan amalan-amalannya,” Arief mengungkapkan.

Foto: Maheswari merupakah salah satu remaja yang berhaji tahun ini (Ardhi/detikcom)

Anak muda lain yang juga sempat ditemui detikcom di rombongan haji 2019 adalah Maheswari. Siswi kelas 11 SMA di Surabaya ini juga tak melihat umur yang masih belia sebagai halangan untuk naik haji.

“Mumpung ada waktu dan berkecukupan. Harapannya yang jelas pengin menjadi haji mabrur, terus juga rukun Islamnya juga sudah terpenuhi, dan ibadahnya juga lebih baik lagi,” tuturnya.

Anak Kecil Boleh Berhaji?

Ustaz Teuku Othman, pembimbing ibadah haji khusus Maktour menjelaskan, kewajiban berhaji sejatinya bukan soal muda atau tua. Melainkan apakah orang tersebut sudah baligh atau belum.

Bagi anak lelaki, usia baligh lazimnya antara 11-15 tahun. Sedangkan bagi anak perempuan, usia balighnya 9-12 tahun.

“Kalau orang yang belum baligh, maka dia belum wajib hukumnya mengerjakan haji. Tetapi kalau dia tetap berhaji maka hajinya tetap sah,” kata ustaz Teuku.

Jika ada kesempatan, haji di usia muda memang dianjurkan. Sebab bisa dibilang 90% rangkaian puncak haji membutuhkan kemampuan fisik.

“Ibadah umrah dan haji itu adalah ibadah fisik. Sedangkan doa-doanya itu sunah, karena tidak ada doa khusus ataupun doa wajib dalam ibadah umrah maupun haji tapi fisik nomor satu. Namun demikian amalan doa yang sudah diperintahkan oleh Rasul tentunya harus kita amalkan,” ungkap ustaz Teuku.

“Fisik bugar dalam ibadah pun bisa maksimal dan tentunya dengan usia yang muda dan memiliki tenaga juga bisa bermanfaat buat orang lain. Kita bisa membantu orang yang lebih sepuh dari kita. Jadi ada nilai ibadah tambahan yang kita dapatkan,” pungkasnya.

Baik Abi maupun Maheswari masuk dalam jemaah haji khusus atau sering disebut ONH Plus. Rombongan ini berbeda dengan haji reguler dimana ada aturan pembatasan umur bagi jemaahnya. Antrean di haji reguler pastinya juga sangat panjang, ada yang belasan tahun hingga lebih dari 20 tahun.

Sedangkan untuk haji khusus, antreannya lebih singkat, meski kuotanya terbatas. Pada tahun 2019 sendiri, dari total kuota jemaah haji RI sebanyak 231 ribu, 214 ribu di antaranya merupakan kuota haji reguler. Sedangkan kuota haji khusus sebanyak 17 ribu.

Namun memang untuk haji khusus dikenakan biaya di atas dibandingkan haji reguler, dan didaftarkan lewat biro perjalanan. (*)

Komentar

Indeks Berita