Keuchik Diminta Ikut Berperan Sosialisasi Disiplin Prokes Covid-19

Dalam upaya mendukung operasi yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum disipin protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2020, keuchik di Bireuen diharap turut mensosialisasikan bagi masyarakat supaya disiplin pakai masker.
Kasatpol PP/WH Chairullah Abed dan Keuchik Jangka Mesjid Jauhani memberikan keterangan kepada Aceh Satu.Com, Sabtu (03/10/2020) sore. Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU COM.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Dalam upaya mendukung operasi yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum disipin protokol kesehatan sesuai Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2020, keuchik di Bireuen diharap turut mensosialisasikan bagi masyarakat supaya disiplin pakai masker.

Harapan itu disampaikan ketua bidang penegakkan hukum dan pendisiplinan Satgas Covid-19 Bireuen, Chairullah Abed SE, saat operasi yustisi melibatkan tim gabungan Satpol PP/WH, TNI-POLRI, di Kecamatan Jangka, Sabtu (03/10/2020) sore kepada AcehSatu.Com di lokasi.

“Kita harap keuchik ikut berperan untuk mensosialisasikan Perbup Nomor 35 Tahun 2020, agar masyarakat mengetahui dan mentaatinya, kita harapkan saat razia tidak ada warga yang diamankan petugas karena tidak pakai masker,” ujar Chairullah Abed juga Kasatpol PP/WH Bireuen.

Sementara itu Keuchik Jangka Mesjid, Jauhani (56) didampingi Kasatpol PP/WH ditanyai bersamaan di sela-sela operasi yustisi mengatakan.

Untuk penerapan protokol kesehatan di objek wisata pantai Jangka, sudah disedia sarana pencegahan Covid-19 seperti tempat cuci tangan dan pengunjung harus memakai masker.

“Tempat cuci tangan ini ada disedia oleh pemilik kios dan juga panitia dari BUMG Jangka Mesjid sebagai pengelola objek wisata, dan didalamnya ada tim gugus tugas Covid-19 desa kami,” jelas Keuchik.

Terkait upaya pencegahan Covid-19 yang dilakukan secara luas bagi masyarakat Jangka Mesjid, Keuchik menjelaskan, upaya dilakukan perangkat desa, dengan memberi pemahaman-pemahaman agar dapat menjaga protokol kesehatan.

Selain itu bagi warga yang baru datang dari luar daerah, tetap harus melakukan karantina secara mandiri dirumah karena tidak ada tempat khusus untuk isolasi yang disediakan oleh desa.

“Untuk Satgas Covid-19 Jangka Mesjid masih aktif 24 jam, untuk proses warga karantina mandiri masih berjalan, sampai hari ini masyarakat kami masih patuh dalam upaya pencegahan Covid-19,” terang Keuchik Jauhani. (*)