Keuchik di Nagan Raya Akui Habiskan Rp4,8 Juta Untuk Baju Seragam Dinas, Ini Rinciannya

Ali Sahbana juga mengatakan dalam pembelian baju seragam tersebut ia tidak dipaksa atau diarahkan ke sebuah tukang jahit di Nagan Raya, seperti pengakuan kepala desa lainnya.
Keuchik (kepala desa) Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya,
Keuchik (kepala desa) Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ali Sahbana

ACEHSATU.COM | Nagan Raya – Keuchik (kepala desa) Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ali Sahbana mengakui bahwa ia telah menghabiskan uang sebesar Rp4,8 juta

Untuk membeli dua set baju seragam untuk keperluan pelantikan dan baju seragam dinas.

“Benar, saya mengeluarkan uang sebesar Rp4,8 juta untuk membeli perlengkapan seperti sepatu, simbul, dua set baju dan perlengkapan lainnya,” kata Ali Sahbana yang menghubungi Media Kamis sore.

Ia menjelaskan, uang sebesar Rp4,8 juta tersebut berasal dari uang pribadi dirinya dan bukan menggunakan uang desa. 

Nantinya, uang yang sudah dia keluarkan tersebut akan diganti menggunakan dana desa, setelah dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Desa Ujung Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, setelah dialokasikan sebesar Rp5,5 juta.

Ali Sahbana juga mengatakan dalam pembelian baju seragam tersebut ia tidak dipaksa atau diarahkan ke sebuah tukang jahit di Nagan Raya, seperti pengakuan kepala desa lainnya.

Akan tetapi, ia mengaku menjahit baju seragam tersebut di sebuah tukang jahit berlokasi di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, termasuk membeli keperluan sejumlah perlengkapan lainnya.

Ali Sahbana juga mengakui ia memberikan keterangan kepada media, setelah diperintahkan oleh seorang pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pengendalian Penduduk, dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Kabupaten Nagan Raya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Gunung Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh Nyak Abu Bakar dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Meulaboh, juga memberikan keterangan serupa.

Baca juga: Pelantikan 174 Keuchik di Nagan Raya Habiskan Rp835,2 Juta Dana Desa Untuk Jahit Baju Seragam

Ia menjelaskan, uang tunai yang ia keluarkan sebesar Rp4,8 juta sebagai biaya jahit baju pelantikan dan baju seragam dinas keuchik (kepala desa) di Nagan Raya, bertujuan untuk keseragaman.

“Itu dari dana pribadi kami keluarkan tanpa ada arahan dari pihak mana pun,” tulisnya.

Ia merincikan, uang sebesar Rp4,8 juta tersebut digunakan untuk menjahit pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas umum (PDU), topi, pangkat dua stel, atribut dua stel, pin, tali pinggang, sepatu, papan nama (badge).

“Mengenai jahit baju itu bebas di mana saja boleh, yang penting seragam karena pelantikan dilaksanakan dalam upacara di lapangan terbuka,” ujar Nyak Abu Bakar.

DANA DESA, HABISKAN ANGGARAN RP835 juta, NAGAN RAYA, PELANTIKAN KEPALA DESA, PELANTIKAN KEUCHIK,