Ketua Raja Aceh Jalin Kerjasama Dengan Jepang Untuk Membuka Akses Invetasi ke Aceh

“Penandatanganan kerja sama dengan Janesia tersebut sebagai upaya untuk membuka akses invetasi ke Aceh,”
Ketua Raja Aceh jalin kerjasama dengan Jepang terkait peluang investasi
Ketua Raja-Raja Aceh, Teuku Raja Keumangan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Japan Indonesia Friendship Association (Janesia) yang diwakili oleh Hiroshi Okagaw, berlangsung di Puri Klungkung, Denpasar, Bali, Kamis (18/9/2022). (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | Meulaboh – Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Teuku Raja Keumangan selaku Ketua Raja-Raja Aceh dengan Japan Indonesia Friendship Association (Janesia) yang diwakili oleh Hiroshi Okagaw terkait Invetasi ke Aceh, berlangsung di Puri Klungkung, Denpasar, Bali.

“Penandatanganan tersebut sebagai upaya untuk membuka akses invetasi ke Aceh,” kata Teuku Raja Keumangan dalam keterangan tertulis di Meulaboh, Minggu malam.

Japan Indonesia Friendship Association adalah sebuah organisasi persahabatan Jepang Indonesia yang berkedudukan di Teikoku Hotel Tower, Uchisaiwaicho, Chiyoda, Tokyo.

Teuku Raja Keumangan Selaku Raja Beutong, Aceh, mengatakan kerja sama yang telah disepakati nantinya juga akan fokus pada pemberdayaan dan pelestarian budaya.

Teuku Raja Keumangan juga mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut ia juga turut mengkampanyekan kepada dunia internasional bahwa Aceh sangat aman dan terbuka untuk investor, yang akan berinvestasi di Aceh.

“Aceh sangat aman untuk investasi,” kata Teuku Raja Keumangan.

Teuku Raja Keumangan juga mengatakan masyarakat di Aceh sangat terbuka untuk investor, dan berharap investor dari luar negeri dapat berinvestasi di Aceh, termasuk dalam hal pengelolaan potensi wisata yang ada di Aceh.

Selanjutnya Teuku Raja Keumangan juga menjelaskan kalau dalam kegiatan itu dihadiri 211 kerajaan dari seluruh nusantara yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (Matra). 

Selain itu juga belasan perwakilan kerajaan dari mancanegara turut hadir.

Kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat silaturahmi kerajaan dan lembaga adat sekaligus menggali potensi ekonomi serta menunjukkan kepedulian pada ketahanan adat dan budaya nusantara. 

Selain dari Indonesia, delegasi kerajaan mancanegara yang hadir antara lain Philippines, Bhutan, Malaysia, Brunei, Singapura, Nepal, Uganda, Ghana, Jepang serta Duta Kerajaan Eropa.