Ketua Pembina BKM Babul Maghfirah Dikukuhkan Sebagai Ketua MAA

Ketua Dewan Pembina Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Rabu, (11/5/2021) di Anjong Mon Mata, kemarin.
Ketua Pembina BKM Babul Maghfirah Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA saat dikukuhkan sebagai Ketua MAA oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar di Anjong Mon Mata Banda Aceh ikut disaksikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Selasa, (11/5/2021). Foto: Ist

Ketua Pembina BKM Babul Maghfirah Dikukuhkan Sebagai Ketua MAA

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ketua Dewan Pembina Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Selasa, (11/5/2021) di Anjong Mon Mata, kemarin.

Pengukuhan mantan Rektor UIN Ar-Raniry tersebut sebagai Ketua MAA dilakukan oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar dan ikut disaksikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Dalam kesempatan itu, Malik Mahmud juga mengukuhkan sejumlah kepengurusan baru MAA periode 2021-2026.

Pengukuhan ini merupakan amanat Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2019 pasal 53 Tentang Majelis Adat Aceh, yang menyebutkan bahwa Pengurus Majelis Adat Aceh dikukuhkan oleh Wali Nanggroe Aceh.

Malik Mahmud mengatakan pengukuhan MAA merupakan momentum penting, sebagai langkah awal bagi pengurus MAA dalam melaksanakan tugas dan fungsi salah satu lembaga keistimewaan Aceh.

ia berharap agar MAA kedepan dapat terus mengembangkan diri sebagai lembaga yang melakukan pelestarian, pembinaan, pengkajian, dan pengembangan adat istiadat Aceh.

Pengukuhan Prof Farid Wajdi Ibrahim sebagai Ketua MAA Aceh Periode 2021-2026 oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar

“MAA juga diharapkan harus mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Lembaga ini diharapkan dapat bergerak beriringan dengan perkembangan zaman, khususnya di era moderen seperti sekarang ini,” kata Malik Mahmud.

Menurut Malik Mahmud, pengetahuan dan penguasaan dunia teknologi informasi amat penting untuk dikuasai. Karena setiap tugas dan fungsi yang diemban, dari tingkat Aceh hingga tingkat gampong dapat berjalan dengan baik sesuai perkembangan zaman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Profesor Farid Wajdi Ibrahim terpilih sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) dalam musyawarah besar di Aula Hotel Grand Nanggroe pada 27 Mei 2020 lalu.

Sementara itu Ketua Umum BKM Babul Maghfirah Wirzaini Usman mengucapkan selamat kepada Prof Farid Wajdi atas pengukuhan dirinya sebagai Ketua MAA dan BKM merasa sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada beliau.

“Selamat Prof Farid Wajdi Ibrahim atas pengukuhan sebagai Ketua MAA Aceh, semoga dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, dan menjadi startting point untuk eksistensi sebagai salah satu lembaga keistimewaan Aceh,” imbuh Wirzaini. (*)