Ketua PDIP Aceh Utara Pertanyakan Proses Pergantian tanpa Pemberitahuan

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar mempertanyakan isu pergantian KSB tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Ketua PDIP Aceh Utara
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar. Dok. Istimewa

ACEHSATU.COM | LHOKSUKON – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar mempertanyakan isu pergantian KSB tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Bireuen Mahdi, ST. MT menggugat Ketua DPD PDIP Aceh, karena kisruh kepengurusan. Kali ini giliran Ketua DPC PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar, yang menyatakan akan melayangkan gugatan.

Ketua DPC PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar kepada Acehsatu.com pada Rabu (18/05/2022) mengatakan, ia mendengar ada prosesi pelantikan KSB DPC-DPC baru di Jakarta yang dilaksanakan tanpa sepengetahuan dirinya.

“Saya ini bukan orang pintar, tetapi sepaham saya, kita Aceh ini punya adab dan punya adat,” sebut Azhar.

Kalaulah memang ada upaya penggantian KSB DPC Kab/Kota minimal ada rapat pemberitahuan, dan juga melalui proses-proses yang sesuai dengan aturan partai, Ini kok seperti kerja pencuri.

“Mengambil hak orang dalam kegelapan malam,” ujarnya.

“Saya tidak paham apa Ketua Muslahuddin Daud yang Sarjana Agama dan sebelumnya pernah berkecimpung di LSM belasan tahun itu mengerti organisasi atau tidak,” katanya.

Namun menurut Azhar, isu pergantian KSB dalam organisasi ada mekanismenya dan diatur dalam AD/ART Partai.

Ketua PDIP Aceh Utara
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Aceh Utara Muhammad Azhar. Dok. Istimewa

“Apakah beliau itu pernah membaca AD/ART Partai atau tidak saya tidak tahu. Kalaupun ketua tidak tau, Sekretaris DPD PDIP Aceh, Gading Hanmonangan Hasibuan seharusnya bisa memberi tahu. Bukan malah berkomplot mengambil hak orang dalam gelap,” kata Azhar.

“Jika Apabila informasi pelantikan DPC-DPC baru di Jakarta ini benar, terus terang saja, saya sebagai orang Aceh merasa marwah saya terciderai. Bukan bicara menang dan kalah, tetapi sekali lagi ini perkara adab atau etika dalam berorganisasi yang mungkin tidak ada dalam pemahaman orang yang tidak pernah berorganisasi meskipun cuma sekedar OSIS,” katanya.

Jika benar berita ini, ia mengaku dikhianati dan ditipu oleh pimpinan DPD PDIP Aceh.

“Kita berharap Ketua DPD Muslahuddin Daud dan Sekretaris Gading Hanmonangan Hasibuan dapat sigap memberi penjelasan,” pinta Muhammad Azhar. (*)