oleh

Ketua MKPS Aceh Besar: Sekolah Boleh Kecil, Karya Harus Besar

ACEHSATU.COM – Sekolah boleh kecil namun karya harus besar. Demikian kalimat penuh optimisme yang diucapkan oleh Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) Aceh Besar Ir. Baharuddin, M.Pd saat membuka Rapat Kerja Sekolah.

SMA Negeri 2 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar melaksanakan Rapat Kerja Sekolah Tahun Anggaran 2020/2021 sekaligus pelatihan pemanfaatan Microsoft 365 untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak tgl 15-18 Juli 2020 dibuka secara resmi oleh Ketua MKPS Kabupaten Aceh Besar Ir. Baharuddin, M.Pd yang juga Pengawas Pembina SMA Negeri 2 Lhoknga, Rabu, (15/07/2020).

Kegiatan yang dimoderatori oleh Nur Dewi Sri Syarifah, S.Pd.I berlangsung dengan tertib dan lancar dihadari oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMAN 2 Lhoknga.

Kepala SMA Negeri 2 Lhoknga Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd dalam laporannya menyampaikan perkembangan sekolah mulai kondisi guru dan tenaga kependidikan, kondisi siswa, sarana dan prasarana dan sejumlah program yang telah disusun oleh tim pengembang sekolah.

Dalam laporannya Ahlul Fikri menyampaikan berbagai terobosan yang telah dilaksanakan oleh pihaknya dalam rangka mewujudkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 2 Lhoknga ke arah yang lebih baik dengan menyiapkan sebuah grand design pengembangan sekolah tersebut kedepan.

Sekolah ini dulunya merupakan sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan Istiqamah.

Ahlul Fikri menambahkan  jika sekolah yang dipimpinnya saaat ini masih mengalami kekurangan Guru Mata Pelajaran seperti Guru Mapel Seni Budaya, PKWU dan Sejarah.

“Ketiga Mapel tersebut tidak tersedia Guru PNS. Khusus Mapel Sejarah ada Guru Non PNS yang dibiayai Pemerintah Aceh. Juga ada 3 Guru Non PNS yang tidak mempunyai jam mengajar linier sehingga mereka tidak bisa mendapatkan honornya dari Pemerintah Daerah,” ungkap Ahlul Fikri dalam rilisnya yang diterima ACEHSATU.COM.

Disamping itu juga masih membutuhkan tenaga kependidikan bidang ketatausahaan yang selama ini dilaksanakan fungsinya oleh tenaga kontrak non PNS.

“Mohon kiranya kami juga bisa memiliki tenaga administrasi bidang Keamanan dan tenaga kebersihan.” pinta Ahlul Fikri.

Sekolah ini pernah mendapatkan apresiasi dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia berupa bantuan Program Kewirausahaan yaitu budidaya Jamur.

Selain itu SMAN 2 Lhoknga juga ditetapkan sebagai sekolah ramah anak oleh Kemendikbud.

Melihat perkembangan sekolah dimana jumlah peserta didik yang sangat sedikit, maka pihaknya mempunyai terobosan baru untuk mengarahkan pola pendidikan berbasis dayah dan semi boarding dengan keunggulan Tahfidhul Qur’an, bahasa asing dan sains.

“Kita berharap kedepan sekolah ini dapat dijadikan sekolah boarding yang punya keunggulan dibidang Tahfidh dan Sains,” harap Ahlul Fikri dihadapan Ketua MKPS Aceh Besar

Sementara itu Ketua MKPS Kabupaten Aceh Besar Ir.Baharuddin, M.Pd dalam arahannya menyampaikan rasa bangga atas usaha yang telah ditempuh pihak sekolah selama ini. Terbukti kini SMAN 2 Lhoknga berbenah, terlihat sedang membangun fasilitas dan penataan manajemen organisasi yang lebih baik.

Pihaknya juga mengapresiasi adanya Rapat Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan tahun Pelajaran 2020/2021 sebagai acuan dalam menjalankan program sekolah selama satu tahun kedepan.

“Kami berharap adanya perubahan yang mendasar setelah selesainya pelaksanaan raker ini. Evaluasi dimana ada kendala dan terapkan hasil yang diperoleh dari kegiatan Rapat Kerja ini.” ujar Baharuddin.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki sekolah terutama sejumlah sarana dan prasarana yang belum ada dan peserta didik yang sedikit hendaknya tidak membuat langkah kita mundur, justru sekolah ini dengan mudah melahirkan anak-anak yang berprestasi dan siap guna di masa yang akan datang.

“Kami yakin dan percaya 5 tahun kedepan sekolah ini dapat sejajar dengan sejumlah SMA ternama lainnya di Aceh Besar.” pungkasnya. (*)

Indeks Berita