Aceh Singkil

Ketua MAA Jawab Uneg-uneg Imum Mukim di Singkil

“Kemakmuran diperoleh tidak sendiri -sendiri, perlu kerja sama semua pihak, peran imeum mukim selaku pemangku adat di gampong memberikan warna dan pengaruh yang positif,

Foto | Khairi

ACEHSATU.COM | ACEH SINGKIL – Dialog interaktif imum mukim, ulama, tokoh adat, dan cendikiawan di Aceh Singkil berlangsung alot, Kamis (7/9/2017).

Turut hadir Ketua MAA Aceh sebagai narasumber sehingga berbagai pertanyaan yang dilontarkan para peserta diskusi dan uneg-uneg imum mukim pun tersampaikan.

Menanggaapi berbagai penanya, Ketua MAA Provinsi Aceh Badruzzaman Ismail SH MHum yang hadir dalam acara itu sebagai narasumber menyikapi uneg-uneg peran imum mukim bahwa untuk menuju masa depan Aceh yang gemilang perlu kerja sama semua pihak.

“Kemakmuran diperoleh tidak sendiri-sendiri,  perlu kerja sama semua pihak, peran imum mukim selaku pemangku adat di gampong memberikan warna dan pengaruh yang positif.

Menurut Badruzzaman, permasalahan yang terjadi dengan peran imum mukim akibat komunikasi tidak terbuka, karena itu ia menyarankan mempelajari undang-undang supaya tidak mudah kalah didebat.

Badruzzaman mengatakan, posisi imum mukim di Aceh itu perannya sangat spesial, profil atau wajah Aceh tergambar dalam adat budaya Aceh, sebab agama punya nilai toleransi, negara tidak boleh mengatur agama, tapi mengatur masyarakat.

“Oleh karena itu, prinsipnya tidak ada paksaan dalam memaksakan suatu kepercayaan atau agama. dan jangan takut dengan isu HAM selaku adat juga berfungsi sebagai pengawal fatwa,” ungkapnya.

Dalam diskusi tanya jawab itu akhirnya merekomendasikan suatu keputusan yakni, dikembalikan hak-hak Mukim yang berkaitan dengan sumberdaya Alam (Qanun Aceh Singkil Nomor 1 tahun 2012 dan Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2003).

Kemudian peran Mukim harus dipertegas sesuai dengan Qanun Aceh Singkil yang berlaku Nomor 1 tahun 2012 dan Qanun Aceh Nomor 4 tahun  2003.

To Top