Ketua MAA Aceh: Mari Perbanyak Bersyukur

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh Prof Dr Tgk Farid Wajdi Ibrahim, MA mengajak kaum muslimin untuk memperbanyak bersyukur kepada Allah SWT apalagi dengan masuknya bulan Ramadan.
Ketua MAA Aceh Prof Farid Wajdi Ibrahim di Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Jumat, (16/4/2021). Foto : Riza Mulia

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh Prof Dr Tgk Farid Wajdi Ibrahim, MA mengajak kaum muslimin untuk memperbanyak bersyukur kepada Allah SWT apalagi dengan masuknya bulan Ramadan.

Hal itu diungkapkan Farid dihadapan jamaah shalat tarawih saat menyampaikan tausiyah Ramadan di masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, (16/4/2021).

“Umat muslim wajib bersyukur atas nikmat Allah SWT telah diberikan, dari nikmat harta hingga nikmat bernapas. Sebab bersyukur disebutkan di dalam Alquran pada banyak surat.” ungkapnya.

Banyak cara mensyukuri nikmat Allah yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Utama sekali dengan mengingat segala pemberian Nya dan mengucapkan Alhamdulillah, zikir, serta selalu menegakkan shalat.

“Salah satu bentuk nyata mensyukuri nikmat Allah adalah dengan meningkatkan ibadah, bukan sebaliknya justru banyak bermaksiat kepada Allah.” lanjut Prof Farid yang juga Pembina BKM Babul Maghfirah itu secara tegas.

“Perlu diketahui sebanyak apapun ibadah terutama ibadah mahzah yang kita lakukan itu semata-mata adalah untuk untuk diri kita sendiri. Allah tidak membutuhkan ibadah kita. Namun Tuhan hanya meminta kita bersyukur.” Katanya lagi.

Sebab tujuan penciptaan manusia itu sendiri yaitu sebagai Khalifah di muka bumi dalam rangka untuk mengabdi kepada Nya.

“Manusia diciptakan Allah SWT bertujuan di antaranya adalah untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah Allah SWT di muka bumi (Khalifah Allah fi al-Ardh).” Seru mantan Rektor UIN Ar-Raniry.

Oleh karena itu dirinya mengajak agar jamaah dapat memanfaatkan momentum ramadhan untuk dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan membangun hubungan baik dengan manusia.

Lalu ia mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw yang Maksum masih saja dan terus melakukan ibadah tanpa henti kepada Allah hingga Siti Asiyah terheran-heran, “Wahai Rasulullah mengapa engkau terus beribadah padahal engkau sudah dijamin Allah masuk surga? Begitu istrinya bertanya.

Kemudian beliau pun mengatakan,”ini tidak lah cukup bila dibandingkan dengan nikmat dan kasih sayang yang telah Allah limpahkan kepadaku”, jawab Rasulullah.

“Ini adalah sikap Rasulullah mensyukuri nikmat Allah”, begitu kisah Farid dalam tausiyah tersebut. (*)