Ketua Karang Taruna Bireuen Minta Warga Jangan Buang Sampah di Jalan Elak Kawasan Geulanggang Teungoh

Sebagian sampah dibuang dalam plastik beberapa saat kemudian tergilas ban mobil sampah semakin berserakan di badan jalan. Sehingga ruas jalan yang bersisian dengan sawah di kawasan itu terlihat jorok.
Sampah berserak di badan jalan elak kawasan Desa Geulanggang Teungah, Kecamatan Kota Juang, Bireuen (Foto. ACEHSATU.COM).

ACEH SATU.COM | BIREUEN –  Aksi Buang sampah sembarangan terutama di saluran, ruas jalan sepi maupun bukan pada tempatnya masih saja terjadi di Bireuen. Sampah dibuang dalam plastik kemudian berserakan di badan jalan.

Hal tersebut seperti terlihat di ruas jalan elak tepatnya di kawasan Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Pantauan ACEHSATU.COM, Senin (21/09/2020) di ruas jalan tersebut masih terdapat sampah yang dibuang sembarangan. Terlihat beberapa plastik berisi sampah berserakan hingga ke badan jalan, belum jelas siapa yang membuangnya. Meski warga setempat sudah memsang pamplet dilarang buang sampah, namun masih ada yang membandel dan membuang sampah dilokasi itu.

Kondisi tersebut sangat mengganggu pemandangan warga yang melintas di jalan itu.

Sebagian sampah dibuang dalam plastik beberapa saat kemudian tergilas ban mobil sampah semakin berserakan di badan jalan. Sehingga ruas jalan yang bersisian dengan sawah di kawasan itu terlihat jorok.

Berbagai jenis sampah yang berbau, membuat penduduk setempat serta pengguna jalan menghirup aroma tidak sedap saat melintas di jalan tersebut dan ini dapat mengancam kesehatan bila terus dibiarkan.

Ketua Karang Taruna Bireuen, drh. Murdani yang juga warga Desa Geulanggang Teungah, saat dimintai tanggapannya oleh ACEHSATU.COM terkait kondisi tersebut, meminta warga yang melintas jangan sengaja bawa sampah dan membuangnya di lokasi itu.

“Selain dapat merusak pemandangan, juga menimbulkan bau yang tidak sedap saat melintasi jalan tersebut, diharapkan bagi warga bisa mencari alternatif lain untuk membuang sampah,” harapnya.

Dikatakannya, Keuchik bisa menugaskan beberapa orang warga menjaga kawasan itu atau buat qanun gampong, apabila ada kedapatan warga membuang sampah di situ, bisa di adili secara qanun gampong.

“Kalau tidak kasus buang sampah sembarang tidak akan selesai,” saran Dani. (*)