Ketua Dekranasda Aceh Luncurkan Pojok Kreatif Cafe

Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati meluncurkan Pojok Kreatif Cafe dan serahkan sertifikat produk IKM Aceh di 10 cafe.
Ketua Dekranasda Aceh
Foto Diskominsa Aceh.

ACEHSATU.COM | KUTACANE – Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati meluncurkan Pojok Kreatif Cafe dan serahkan sertifikat produk IKM Aceh di 10 cafe.

Diantaranya Rose Cafe, RF Cafe dan Resto, Rassa Coffee, Basbel Chill, Outlet King Leuser, Nast Cafe, Hanna Coffe dan Resto, Alas Hills Cafe, Alas Caffee dan Cafe Keko Sese, acara tersebut berlangsung di Rose Cafe, Rabu (7/4/2021).

Pojok kreatif merupakan penyediaan space (ruang) di setiap cafe maupun lokasi wisata untuk memajang hasil kerajinan serta ide-ide kreatif lokal yang bisa dipasarkan kepada para pengunjung, program pojok kreatif tersebut merupakan hasil kerjasama Dekranasda Aceh dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Pada Pojok kreatif Cafe ini akan dipajang sejumlah hasil kerajinan seperti baju bermotif kerawang khas daerah, tas kerawang, selendang serta beragam jenis kerajinan yang diproduksi oleh IKM daerah setempat.

Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati menyebutkan, sesuai dengan pesan Gubernur Aceh untuk selalu menggunakan produk-produk lokal dan salah satu langkah tepat bisa dilakukan dengan program Pojok Kreatif Cafe.

“Membeli produk-produk lokal merupakan kebijakan yang sangat pro kepada masyarakat, mulai dari minuman, makanan bahkan barang-barang yang kita gunakan sehari-hari, supaya uang kita tidak keluar ke daerah lain,” ucapnya.

Aceh Tenggara sangat dekat dengan Medan, jadi masyarakat Aceh Tenggara tidak perlu belanja kesana, kita harus berkomitmen semua untuk menggunakan produk-produk lokal.

Apalagi di masa pandemi pihaknya harus sama-sama memulihkan perkembangan ekonomi di Aceh yang merupakan tanggung jawab bersama.

“Jadi seperti pesan Gubernur Aceh kita harus buy friend produk (beli produk teman), “jangan membeli produk daerah lain, mari kita perkaya daerah sendiri atau bila perlu kita promosikan dan jual produk kita ke daerah lain,” katanya.

Ketua Dekranasda Aceh
Foto Diskominsa Aceh.

Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari dalam sambutannya mengatakan, selama pandemi ini status ekonomi masyarakat Aceh Tenggara menurun, namun secara bertahap pemerintah sudah berupaya untuk memulihkannya salah satunya dengan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Menurutnya program pojok kreatif cafe ini langkah positif dari pemerintah, “semua produk UMKM ini bisa dipromosikan dan harapannya bisa menumbuh kembangkan kembali perekonomian yang baik,” sebutnya.

Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Mohd Tanwier mengatakan, dengan adanya pojok kreatif akan tumbuh semangat baru bagi para pengrajin untuk melakukan kegiatan serta menciptakan ide kreatif.

“Hasilnya, bisa dijual di cafe-cafe, tempat wisata bila perlu mesjid agung Kutacane tapi harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku di mesjid tersebut,” kata Mohd Tanwier.

Kedepan bisa mengajak seluruh cafe-cafe lain agar mengikuti pojok kreatif cafe, “satu harapan kita agar bisa menampung semua produk-produk lokal yang dibuat oleh para ibu-ibu sehingga bisa memperbaiki ekonomi baik untuk sendiri maupun untuk membantu keluarga,” katanya. (*)