Ketua Da’i Kota Langsa Minta Semua Rentenir Diusir dari Aceh

Ketua Da’i Kota Langsa Minta Semua Rentenir Diusir dari Aceh

ACEHSATU.COM | LANGSA – Ketua da’i Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif, MM atau yang akrab disapa Wak Him, meminta kepada aparat dan Instansi terkait untuk mengusir para Rentenir (lintah darat) dari Aceh karena para Rentenir itu telah “menghisap darah” orang Aceh dan mencekik leher masyarakat Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Wak Him saat mengisi khutbah jumat di Masjid Besar Nurul Iman Gampong Tualang Teungoh Kota Langsa pada Jumat (19/6/2020).

Wak Him mengatakan, mereka melakukan praktek bank 47, memberikan pinjaman uang kepada masyarakat dengan praktek riba, dengan bunga yang sangat tinggi.

“Bank 47 pinjam empat kembalikan tujuh,” cetus Wak Him.

Lebih lanjut Ibrahim Latif mengatakan, pelaku Rentenir bank 47 itu pada umumnya mereka berasal dari propinsi Sumatera Utara dan pada umumnya mereka non muslim.

“Diduga, mereka punya misi tertentu di Aceh. Buktinya, baru baru ini seorang perempuan Aceh, mereka bawa lari ke Medan, dan perempuan tersebut dimasukkan ke dalam agama kristen “Ini telah menjadi viral,” kata Wak Him.

Kita tidak boleh diam, mari kita membela umat dan membela Agama Allah. Usir para lintah darat itu dari Aceh.

“Mereka telah memperdaya perempuan muslim itu. Sehingga perempuan muslim itu menjadi murtad, meninggalkan iman, meninggalkan islam,” ujar Ibrahim Latif.

“Para Rentenir itu selain kerjanya datang dari rumah satu warga ke warga yang lain menawarkan pinjaman dengan syarat foto copy KTP atau Kartu Keluarga (KK) langsung mendapat pinjaman berapa saja yang diinginkan warga dan langsung cair dengan bunga yang sangat tinggi alias mencekik leher,” pungkas Wak Him yang saat ini juga menjabat sebagai ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Langsa. (*)