Kesbangpol Bireuen Gelar Rakor Tim Pemantauan Tenaga Kerja Asing

Sebanyak 26 peserta yang terdiri dari kepala dinas, badan, kantor, pejabat TNI-POLRI, imigrasi Lhokseumawe dan kepala sekolah sukma bangsa, mengikuti rapat koordinasi tim pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing di Kabupaten Bireuen.
Kesbangpol Bireuen Gelar Rakor Tim Pemantauan Tenaga Kerja Asing
Ketua tim pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing Bireuen, Mursyid SP, menyampaikan arahannya, Senin (16/11/2020) pagi. (Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 26 peserta yang terdiri dari kepala dinas, badan, kantor, pejabat TNI-POLRI, imigrasi Lhokseumawe dan kepala sekolah sukma bangsa, mengikuti rapat koordinasi tim pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan dibuka ketua tim pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing Bireuen, Mursyid SP, digelar di oproom kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, dengan menerapkan protokol kesehatan, Senin (16/11/2020) pagi.

Kepala Kesbangpol Bireuen Zaldi AP S.Sos menjelaskan, tujuan digelarnya rakor ini, mencari dan menganalisa informasi dari berbagai sumber, mengenai kegiatan atau keberadaan orang asing dan tenaga kerja asing dalam Kabupaten Bireuen.

Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait mengenai orang asing dan tenaga kerja asing dalam kabupaten Bireuen. Mengumpulkan data, dan melaksanakan pertemuan dengan instansi terkait.

Selain itu memberi rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi kepala daerah, mengenai kebijakan berkaitan dengan perkembangan keberadaan orang asing dan tenaga kerja asing di Bireuen, jelasnya

Ketua tim pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing Bireuen, Mursyid SP, dalam sambutan diantaranya mengatakan, kedatangan orang asing ke Indonesia melalui bandara internasional sulit dimonitor di bandara domestik, rendahnya kesadaran dari pihak penjamin.

Sponsor dan orang asing bersangkutan dalam melapor keberadaannya kepihak imigrasi sehingga tidak terpantau, serta kurang akuratnya informasi dan data orang asing dari masing-masing instansi dapat menjadi kendala dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing, ungkapnya.

Dikatakan juga menghadapi adaptasi kebiasaan baru (new normal) dimasa pandemi Covid-19 ini, perlu adanya pengawasan yang ketat terhadap orang asing, agar tidak ada lagi penyebaran virus corona.

“Rapat tim Pora sangat penting sebagai wadah koordinasi dan sinergisitas pengawasan orang asing, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” terang Mursyid. (*)