Kepala Instalasi Hemodialisa RSUZA Akui Tak Tahu Ada Alat Cuci Darah yang Tak Difungsikan

ILUSTRASI
ILUSTRASI - Alat Cuci Darah. | Kompas.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Kepala Instalasi Hemodialisa Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, dr Abdullah memberi penjelasan terkait alat kesehatan bagi pasien penderita ginjal kronik yang hingga kini belum dioperasikan pemanfaatannya.

Penjelasan tersebut disampaikan dr Abdullah saat dikonfirmasi acehsatu.com melalui pesan Whatsapp, Jumat (26/3/2021) malam.

Sebelumnya diberitakan, sebuah informasi mengejutkan terungkap dari Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Hal ini mengenai tata kelola sejumlah alat kesehatan yang tersedia di Badan Layanan Umum milik Pemerintah Aceh tersebut.

BACA JUGA: Soal Mafia Alat Kesehatan, Stafsus Erick Thohir Buka Suara

Dari sejumlah alat kesehatan yang dimiliki RSUZA, satu di antaranya yakni alat cuci darah atau yang disebut hemodialisis, dilaporkan telah teronggok alias tidak difungsikan meski sudah tersedia sejak dua tahun terakhir.

Hal ini diketahui saat kegiatan kunjungan kerja Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Instalasi Gawat Darurat RSUZA pada Rabu (24/3/2021).

Kunjungan kerja Komisi V DPR Aceh ke RSUZA

Terkait hal itu, awalnya dr Abdullah sempat meminta agar media ini menanyakan langsung ke pihak manajemen RSUZA. Dokter spesialis penyakit dalam itu mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui perihal adanya alat cuci darah (HD) yang tidak difungsikan.

“Saya nggak tahu, karena di ruang Instalasi HD rumah sakit lama tidak ada mesin yang terbengkalai,” jelas dr Abdullah.

BACA JUGA:

DPR Aceh Sorot Pelayanan di RSUDZA: Tak Ada Petugas yang Standby

Meski begitu, saat ditanyakan perihal kendala pengeoperasian salah satu alat cuci darah yang sejak dua tahun terakhir sudah ditempatkan di RSUZA, Kepala Instalasi Hemodialisa ini tidak memberikan penjelasan.

dr Abdullah hanya menyebut jika dirinya tidak pernah tahu dan terlibat dengan alat atau mesin kesehatan di Instalasi Gawat Darurat 2 RSUZA.

Dia memastikan tidak ada alat atau mesin kesehatan di Instalasi HD RS lama yang sampai terbengkalai.

“Bisa kroscek dulu ke ruang instalasi hd rumah sakit lama ada nggak mesin terbengkalai,” tutup dr Abdullah. (*)