Kenapa Pemakan Riba Sama dengan Orang yang Menzinahi Ibunya? Inilah Alasannya

Rasulullah SAW bersabda: “Riba memiliki tujuh puluh tingkat, dan yang paling rendah adalah seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibunya.” (HR. Ibnu Majah).
Bank Syariah
Prof Dr Shabri A. Majid, M.Ec. Dok. Acehsatu.com

Oleh: Prof. Dr. M. Shabri Abd. Majid, SE., M.Ec

ACEHSATU.COM – Kehadiran Qanun LKS merupakan niat suci masyarakat Aceh untuk memerdekakan dirinya dari belenggu riba (bunga).

Karena riba berdampak sangat buruk dalam perekonomian, maka niat suci Qanun LKS harus segera diimplementasi.

Riba bahkan dianggap salah satu pilar keuangan syetan.

Sistem perekonomian ribawi yang dianut dunia telah menyebabkan sekurang-kurangnya 100 kali krisis ekonomi berskala besar silih berganti menerpa dunia, termasuk Indonesia.

Sungguh mahadahsyat dampak negatif riba terhadap ekonomi.

Oleh karena itu, marilah kita membebaskan Aceh dari sisa-sisa riba.

Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggallah sisa-sisa riba… Maka jika kamu tidak meninggalkan sisa riba, maka Allah dan RasulNya akan memerangi kamu…” (QS. al-Baqarah: 278-279).

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa pelaksanaan Qanun LKS dengan hanya ada satu sistem tunggal ekonomi Islam, bukannya “dual economic system” di bumi Aceh, merupakan langkah paling ideal.

Islam melihat mereka yang terlibat dalam aktivitas riba sebagai “ureung pungoe”, “penjahat agama” dan “’penjahat ekonomi” yang wajib diperangi.

Di akhirat kelak, pemakan riba adalah “penghuni neraka yang abadi”.

Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila …dan mereka yang mengulangi memakan riba itu adalah penghuni-penghuni neraka yang kekal di dalamnya.” (QS. al-Baqarah: 275).

Dan “…Allah dan RasulNya akan memerangi mereka yang tidak meninggalkan sisa riba.” (QS. al-Baqarah: 278).