Kemuliaan Rasulullah SAW Sangat Agung, Macron Salah Besar

Hamdani.

Nabi Muhammad Saw bukan hanya milik masyarakat Mekah dan Madinah kala itu meski ia seorang penduduk asli dari Bani Hasyim Mekah.

Apalagi setelah diangkat menjadi Rasul pilihan oleh Allah SWT, Nabi Muhammad semakin memiliki pengaruh seluruh alam semesta.

Tinggi nya kemuliaan Rasulullah Saw dihadapan seluruh makhluk tidak terlepas karena Allah SWT telah mendidik akhlak beliau secara langsung. Allah menjadikan Muhammad Saw sebagai bukti kebenaran Al-Qur’an.

“Tuhanku telah mendidikku, maka Dia menjadikan pendidikanku yang terbaik.” HR Ibnu Hibban

Demikian salah satu hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. Nabi Muhammad SAW adalah hamba terbaik yang diutus Allah SWT di sepanjang sejarah kehidupan manusia hingga akhir masa. Itu keyakinan setiap Muslim.

“Oleh karena itu, ia menjadi teladan bagi umat manusia.” (QS al-Ahzab [33]: 21)

Sebagai pemimpin, Nabi Muhammad SAW memang dikurniai sifat penyayang dan pemaaf. Allah memang merahmatinya untuk menjadi demikian. Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah berfirman tentang hal itu dalam Surat Ali Imran ayat 159.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau kasar dan berhati kaku, tentulah mereka akan lari menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka tentang urusan (kalian). Kemudian bila kamu sudah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.”

Begitu mulia nya akhlak Baginda Rasulullah Saw terhadap musuhnya sekalipun hingga dia ikhlas memaafkan orang-orang yang telah berlaku buruk padanya. Yaitu orang-orang kafir yang menyekutukan Allah seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sekiranya Muhammad Saw masih hidup, penulis Haqul yakin Macron pasti ingin bertemu dengan nya dan mengikuti ajaran Rasulullah. Sangking indahnya Islam yang dia ajarkan kepada umat manusia.

Namun sayangnya Macron termasuk orang yang sangat fobia terhadap Islam padahal ia tidak mengerti apapun tentang Islam.

Celaan Macron dan kelompok pembenci Islam tak lain mereka hanya melakukan propaganda dan omong kosong tanpa dasar untuk menyudutkan kaum muslimin.

Tetapi sehebat apapun usaha yang dilakukan oleh kaum kuffar untuk menghina Baginda Rasulullah Saw sungguh mereka tak kan mampu. Karena kedudukan dan kemuliaan Muhammad Saw sudah menjadi jaminan Allah SWT.

Justru sebaliknya mereka lah golongan-golongan yang dihinakan oleh Allah tidak hanya di dunia bahkan di hari akhirat kelak.

Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang kafir ketika keluar dari kubur mereka, dalam firman-Nya Allah katakan, “(Yaitu) hari mereka keluar dari kubur dengan segera bagaikan berlari menuju patung (atau tujuan), dengan pandangan menunduk. Mereka ditimpa kehinaan. Itulah hari yang telah dijanjikan kepada mereka,” (QS. AL-Ma’arij: 43-44).

Semoga Emanuel Macron menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada umat Islam dunia.(*)