Kementrian Perindustrian Gelar Bimtek untuk UKM Terdampak Covid-19 di Bireuen

Ir. Sri Yunianti Msi dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Bireuen sangat berpotensi terhadap industri berbasis pisang, dan ini program untuk pengembangan industri kecil menengah makanan, terutama yang berdampak terhadap Pandemi Covid-19.
Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Kementerian Perindustrian, Ir Sri Yunianti MSi membuka bimtek melalui video conference, Rabu (23/09/2020) pagi di Aula Hotel Meuligoe Bireuen.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, menggelar bimtek untuk pengembangan UKM terdanpak Covid19.

Kegiatan yang diikuti 20 pengusaha keripik pisang bireuen berlangsung selama empat hari yakni Rabu-Sabtu (23-26/09/2020) di Aula Meuligoe Hotel. Dalam pelatihan itu para peserta juga diberikan tips pemasaran produk secara online.

Kegiatan bimtek tesebut dibuka langsung oleh Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Kementerian Perindustrian, Ir Sri Yunianti Msi, melalui video conference, disaksikan staf ahli Bupati Bireuen Ir H Mukhtar Abda MSi, dan Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen Ir H Alie Basyah MSi, peserta dan panitia.

Ir. Sri Yunianti Msi dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Bireuen sangat berpotensi terhadap industri berbasis pisang, dan ini program untuk pengembangan industri kecil menengah makanan, terutama yang berdampak terhadap Pandemi Covid-19.

Sektor ini terimbas pandemi, termasuk IKM makanan, data kami peroleh dari 34 provinsi di Indonesia terjadi penurunan omset sebesar 50 sampai 80 persen, dan saat ini kami berharap sudah kembali bisa bangkit dan naik lagi.

Sehingga ini salah satu upaya kami untuk memfasilitasi usaha kecil menengah yang berdampak dibeberapa daerah dan salah satunya di Bireuen.

“Dilihat dari sisi lain, ini ada hikmahnya juga bahwa pandemi ini memberikan peluang lain, bisa menjual secara online,” sebutnya.

“Makanya dalam pelaksanaan Bimtek ini tidak saja hanya secara materi dipelajari, tetapi juga memberikan tips pemasaran secara online, karena pemasaran secara online semakin meningkat,” jelasnya.

Selama ini penjualan keripik pisang masih terbatas di Bireuen, dengan bimtek ini bisa dipasarkan secara online dengan proses produksi yang baik dan benar, halal, juga aman untuk dikonsumsi dengan kemasan yang menarik.

“Ini merupakan salah satu upaya-upaya untuk membantu memperluas pemasaran produk dari bapak dan ibu,” jelas Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Kementerian Perindustrian.

Dikatakannya, produk keripik pisang ini mempunyai peluang besar baik pasar di dalam negeri tapi juga ekspor. Untuk itu kami berupaya meningkatkan daya saing produk UKM dari makanan dan minuman.

Dalam bintek ini juga perhatikan, tidak saja  rasanya enak tetapi bagaimana menarik orang untuk memberi. Kami juga memberi bantuan alat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai awal untuk mendorong usaha, ke depan bisa beli alat sendiri guna dapat meningkatkan reproduktifitasnya.

“Kami berharap bisa kembangkan produk, yang penting bisa berinovasi dan kreatif jadi hal penting, jadi teruslah berkreasi dan inovasi dalam memberikan produk terbaik bagi konsumen dan berharap bimtek ini dapat memberi manfaat bagi industri kecil menengah di Bireuen,” tutup Ir Sri Yunianti MSi. (*)