Kementerian Perindustrian Gelar Bimtek Bagi 20 Pengusaha Keripik Pisang Bireuen

Seluruh peserta sebelum ikuti bimtek telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan seperti usaha sudah terdaftar di Kementerian Perindustrian, registrasi secara online dan telah di rapit test sebelum mengikuti kegiatan tersebut.
Staf Ahli Bupati Bireuen, Ir H Mukhtar Abda MSi saat menyematkan tanda peserta bimtek Kementerian Perindustrian, Rabu (23/09/2020) pagi di Aula Hotel Meuligoe/Foto. ACEHSATU.COM.

ACEH SATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 20 pengusaha keripik di Kecamatan Jeumpa, Bireuen, mendapat bimbingan teknis produksi dan sistem keamanan pangan industri kecil menengah makanan berbasis pisang dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ini berlangsung selama empat hari Rabu-Sabtu (23-26/09/2020) di aula Hotel Meuligoe.

Kegiatan dibuka oleh Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur, Kementerian Perindustrian, Ir Sri Yunianti MSi melalui video converence dihadiri Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi yang diwakili Staf Ahli Ir H Mukhtar Abda MSi, dan Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, Ir Alie Basyah MSi, Rabu (23/09/2020) pagi.

Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Ir Alie Basyah MSi, melalui Kabid Perindustrian Halidar S.Sos, Msi kepada ACEHSATU.COM mengatakan, sebanyak 20 orang pengusaha keripik pisang yang ada rumah produksi berasal dari Kecamatan Jeumpa.

Seluruh peserta sebelum ikuti bimtek telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditentukan seperti usaha sudah terdaftar di Kementerian Perindustrian, registrasi secara online dan telah di rapit test sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

 “Kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan oleh Direktorat IKM Makanan, Barang dan Furniture Kementerian Perindustrian, selama empat hari dari 23 s/d 26 September 2020, di Hotel Meuligoe Kabupaten Bireuen,” jelasnya.

Amatan ACEHSATU.COM, laporan pelaksanaan kegiatan juga dilaporkan secara video converence oleh kepala Subdirektorat IKM makanan, Dit IKM Pangan Barang Dari Kayu dan Furniture Ir Nurtjahjani Dewi Sukmawati MSi, diwakili Kasi Pemberdayaan Industri, Indra Akbar Dilana.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan bimtek ini digelar adalah untuk memberikan bimbingan dan pendampingan kepada IKM makanan dalam hal ini para pengusaha keripik pisang di Bireuen agar proses produksinya sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku.

Seperti penerapan sanitasi dan higienis bagi karyawan, bangunan dan sarana produksi yang mendukung dan peralatan sesuai dengan persyaratan, pengemasan hasil produksi yang baik dan spesifikasi produk akhir yang konsisten.

Selain itu juga untuk meningkatkan daya saing produk pisang di Kabupaten Bireuen, sehingga pada akhirnya dapat memasuki pasar nasional dan ekspor, melalui proses produksi sesuai dengan sistem keamanan pangan.

Sedangkan materi yang diberikan pertama yaitu prosedur perolehan izin edar (P-IRT), tips sukses bisnis online agar penjualan optimal, kemasan bagi produk dan prosedur pendaftaran merk, prospek pasar produk makanan ringan di pasar global, sistem keamanan pangan.

Selanjutnya bahan baku pisang, teknologi, diverifikasi produk makanan, dan terakhir pelatihan reproduksi makanan khusus pisang. Sedangkan bantuan peralatan akan sampai saat akhir kegiatan saat ini masih dalam perjalanan ke Bireuen.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi diwakili Staf Ahli, Ir H Mukhtar Abda MSi, mengatakan sebagai kawasan transit warga pelintas, usaha penjualan aneka oleh-oleh dapat dikembangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat Bireuen.

Sebut saja, keripik pisang, buah tangan dijajakan di sepanjang lintasan jalan negara, antara Kecamatan Jeumpa dan Kota Juang. Pada tahun 2019 tercatat, jumlah industri kecil dan menengah (IKM) pengolah keripik di Bireuen, 44 unit usaha, dengan kapasitas penjual sekitar 150 penjual keripik.

“Kami berterimakasih Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Funitur Ibu Ir Sri Yunianti, M,Si, memilih Bireuen dalam rangka program fasilitasi pengembangan sentra IKM makanan tahun 2020 dengan kegiatan bimtek produksi dan sistem keamanan pangan IKM makanan berbasis pisang,” tutur Ir H Mukhtar Abda. (*)