Kemenag Pijay Kembali Perketat Prokes di Semua Madrasah dan KUA

Kementerian Agama (Kemenag) Pidie Jaya kembali memperketat protokol kesehatan (Protkes) di semua madrasah mulai dari ibtidayah, thanawiyah hingga aliyah serta pada kantor urusan agama (KUA) di semua kecamatan.
Kemenag Pijay
Salah seorang pengunjung warkop di Pidie Jaya menjalani rapid anigen, Jumat (285) malam. Abdullah Gani

Kemenag Pijay Kembali Perketat Prokes di Semua Madrasah dan KUA

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA  – Menyusul semakin melonjaknya kasus Covid 19 belakangan ini, Kementerian Agama (Kemenag) Pidie Jaya kembali memperketat protokol kesehatan (Protkes) di semua madrasah mulai dari ibtidayah, thanawiyah hingga aliyah serta pada kantor urusan agama (KUA) di semua kecamatan.

Sementara bagi siapa saja yang ingin berhubungan dengan Kankemenag maka diwajibkan pakai masker.

“Berurusan dengan Kemenag, wajib pakai masker,” kata Kekamenag Pijay.

Perketat protkes, kata Kekamenag Pidie Jaya, Ahmad Yani S,Pd.I kepada Acehsatu.com, jauh-jauh hari sudah disampaikan melalui kepala seksi (Kasie) Pendidikan Islam dan Kasie Bimas Islam pada setiap pertemuan rutin yang digelar di aula Kankemang setempat.

Kemenag Pijay
Salah seorang pengunjung warkop di Pidie Jaya menjalani rapid anigen, Jumat (285) malam. Abdullah Gani

Dengan harapan supaya kedua seksi dimaksud menindaklanjuti hingga ke ledingnya masing-masing dengan harapan anjuran itu dipatuhi.

Diakui, kepatuhan menggunakan masker  dan cuci tangan sudah lumayan bagus. Apalagi, semua madrasah dan KUA sudah disediakan tempat untuk mencuci tangan termasuk juga semua anak didik.

Yani menambahkan, hasil pantauan rutin minimal setiap pekan yang dilakukan pihaknya, anjuran protkes dimaksud terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah, protkes sudah berjalan baik,” kata Yani lega.

Begitu pula di Kankemenag, menggunakan masker dan cuci tangan untuk semua pegawai dan staf sudah menjadi sebuah kewajibakan yang harus dipatuhi.

Masyarakat bahkan siapa saja yang bertamu atau berkunjung ke markas yang dipimpinnya juga wajib mengenakan masker dan cuci tangan.

Petugas scuryti akan menegur jika ada yang tidak pakai masker nyolonong masuk ke komplek Kankemenag.

Ditambahkan, apa yang diterapkan itu adalah demi menjaga agar virus corona disease (Covid-19) yang belakangan semakin merebak. Pihaknya sering mengingatykan pendidik agar jangan menganggap remeh dengan covod.

“Kita doakan agar virus itu cepat berlalu dan semua aktivitas warga termasuk dunia pendidikan kembali normal seperti sebelumnya. Demikian Ahmad Yani kepada wartawan Acehsatu.com, saat ditemui di  Keude Ulee Gle Ibukota Kecamatan Bandardua, Minggu (6/6/2021). (*)