Kemenag Aceh Singkil Tinjau Usaha Wakaf Produktif di Singkil Utara

Usaha Wakaf Produktif di SIngkil Utara

ACEHSATU.COM | ACEH SINGKIL – Kepala Penyelenggara Zakat Wakaf (PZW) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Singkil, Khasiah, SAg MM melakukan peninjauan terhadap Usaha Wakaf Produktif di komplek Masjid Mardhatillah di Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Sabtu (29/8/2020).

Kegiatan peninjauan ini bertujuan melihat langsung perkembangan Usaha Wakaf Produktif yang pada tahun 2019 lalu telah menerima kucuran dana bantuan sebesar Rp100 juta dari Direktur Zakat Wakaf Direktorat Bimas Islam Kementerian Agama Pusat.

Bantuan yang diserahkan kepada nazir (pengelola wakaf) Desa Ketapang Indah melalui rekening pengelola wakaf, digunakan membangun usaha Depot Air Minum Isi Ulang.

Namun usaha tersebut belum dapat beroperasi akibat belum tersedianya jaringan listrik. Padahal semua perlengkapan, mulai dari bangunan, tank besar penampung air, galon, serta mesin sudah terpasang.

“ Tinggal listrik lagi yang belum dipasang,” kata Ustaz Syamsuddin, sekretaris pengelola wakaf produktif tersebut.

Usaha Depot Air MInum Isi Ulang di SIngkil Utara yang memperoleh modal usaha dari Direktur Wakaf Kemenag RI
Kunjungan Kepala PZW Kemenag Aceh Singkil, Khasiah yang turut didampingi Mustafa Naibaho ke Unit Usaha Wakaf Produktif di SIngkil Utara.

“Kalau dalam minggu ini listrik sudah dipasang, maka kita merencanakan untuk langsung operasi,” ujarnya menambahkan.

Penggerak ekonomi

Sementara itu Kepala PZA Kemenag Aceh Singkil, Khasiah, SAG MM menuturkan, pihaknya telah melihat langsung persiapan dan capaian Usaha Wakaf Produktif yang berlokasi di Masjid Mardhatillah.

Hasil peninjauan tersebut, jelas Khasiah, akan menjadi bahan pihaknya untuk dilaporkan ke Kemenag Pusat.

“Kalau listrik sudah masuk ke usaha depot air minum isi ulang ini, maka kita merencanakan di akhir September nanti bisa diresmikan langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Aceh Singkil,” ujarnya.

Khasiah menekankan agar bantuan dana wakaf yang diterima masyarakat bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga mendatangkan manfaat sebai penggerak perekonomian.

“Sehingga dapat menjadi modal yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Singkil Utara,” katanya. (*)