Keluarga Ungkap 4 Hal Terkait Kematian Editor Metro TV

ACEHSATU.COM – Upaya tim penyidik gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya untuk mengungkap misteri kasus kematian Editor Metro TV, Yodi Prabowo terus berlangsung.

Namun, awan kelam masih menyelimuti misteri di balik penemuan jenazah editor Metro TV, Yodi Prabowo di pinggir Tol Ulujami, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Polisi terus melakukan penyelidikan terkait dugaan pembunuhan Yodi Prabowo. Termasuk juga pihak keluarga yang berusaha semaksimal mungkin membantu memberikan keterangan.

Dikutip dari Liputan6.com, yang terbaru salah satunya, ayah Yodi Prabowo, Suwandi mengungkapkan, kekasih sang anak, Suci Fitri sempat minta diantar ke lokasi ditemukannya jenazah almarhum.

“Iya, itu Kamis malam lalu, 16 Juli ya. Setelah ditemukannya jasad anak saya,” ujar Suwandi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (20/7/2020).

Tak hanya itu, menurut Suwandi, adik kandung Yodi juga mengaku pernah didatangi sosok almarhum lewat mimpi.

Dalam mimpi anaknya, Yodi Prabowo tidak berkata apa-apa. Namun, Yodi berperilaku seperti kesehariannya. Di mimpi adiknya, Yodi tengah pulang kerja.

Berikut 4 hal yang diungkap keluarga almarhum editor Metro TV Yodi Prabowo yang dihimpun Liputan6.com:

Kekasih Yodi Sempat Minta Antar ke TKP

Suci Fitri, kekasih almarhum Yodi Prabowo, sempat minta diantar ke lokasi ditemukannya jasad sang kekasih di pinggir jalan Tol Ulujami, Jakarta Selatan beberapa hari setelah kasus Kematian Editor Metro TV ini diusut oleh pihak kepolisian. Pengakuan tersebut diungkapkan ayah Yodi Prabowo, Suwandi, saat dihubungi hari Senin (20/7/2020). “Iya, itu Kamis malam lalu, 16 Juli ya. Setelah ditemukannya jasad anak saya,” tutur Suwandi.

Hari Kamis itu, lanjut Suwandi, Dimas, adik kandung Editor Metro TV itu, meminta izin kepadanya untuk mengantarkan Suci ke lokasi kejadian.

“Suci ini WhatsApp Dimas, minta ditemenin malam-malam ke TKP itu. Katanya ‘bisa enggak anterin mbak Suci ke sana’, sebelum berangkat, Dimas minta izin sama saya, tapi saya larang,” ucap dia.

Sebab, lokasi lumayan jauh dan hari sudah malam, membuat Suwandi melarang anaknya Dimas memenuhi permintaan Suci. Suwandi pun menyarankan, agar berangkat keesokan harinya saja, atau Jumat pagi.

Namun, saat hari Jumat, Suci tak kunjung datang ke rumah ataupun menghubungi Dimas kembali. Suwandi berpikir, Suci sudah ke lokasi kejadian tanpa ditemani Dimas. Sebab, pada WhatsApp sebelumnya, rencananya Suci juga akan mengajak seorang temannya lagi.

“Suci minta dianterin karena ada temannya juga yang mau ke sana, ya mungkin sudah berangkat tanpa ditemani Dimas, saya enggak paham,” tutur Suwandi.

Dia pun tidak mengetahui apa maksud Suci minta dianter anaknya itu untuk ke lokasi ditemukannya jasad Yodi. Namun, Suwandi berpikir, kemungkinan Suci dan temannya itu hanya ingin melihat-lihat saja.

“Iya sama temannya siapa itu namanya, mungkin hanya ingin lihat-lihat saja. Karena temannya ini belum tahu tempatnya,” jelas dia.

BACA JUGA : Pacar Mendiang Editor Metro TV Minta Antar ke TKP Malam – Malam

Adik Editor Metro TV Didatangi dalam Mimpi

Menurut Suwandi, adik kandung editor Metro TV Yodi Prabowo mengaku pernah didatangi sosok almarhum lewat mimpi.

“Adiknya, Dimas, pernah dua kali berturut-turut memimpikan kakaknya,” ujar Suwandi.

Menurut dia, dalam mimpi anaknya, Yodi Prabowo tidak berkata apa-apa. Namun, Yodi berperilaku seperti kesehariannya. Di mimpi adiknya, Yodi tengah pulang kerja.

“Kayak orang pulang kerja saja. Parkirin motor, standarin motor, masuk rumah terus ke kamar, gitu saja,” tutur Suwandi.

Mimpi tersebut pun berulang hingga dua malam berturut-turut. Suwandi beranggapan bila anaknya itu, sangat rindu dengan keberadaan kakaknya Yodi Prabowo ketika berada di dalam rumah.

Yodi Sempat Ingin Cerita ke Ibu

Suwandi juga mengungkapkan, editor Metro TV Yodi Prabowo sempat ingin menceritakan sesuatu hal ke sang ibu. Hal tersebut terjadi beberapa hari sebelum Yodi hilang dan dinyatakan meninggal.

Namun, hal tersebut tak kunjung dilakukan hingga akhirnya Yodi sudah tiada.

“Terakhir di rumah itu, mamanya cerita, katanya (Yodi) mau nyampein sesuatu, tapi enggak jadi,” kata Suwandi.

Yodi Prabowo juga sempat ingin bercerita kepada kekasihnya, Suci Fitri. Namun, urung dilakukannya.

Tak Ingin Menaruh Curiga

Suwandi mengaku tak tahu soal kesaksian kekasih anaknya, Suci Fitri yang dinilai pelit informasi oleh kepolisian.

“Saya enggak tahu. Karena Suci sendiri kalau habis diperiksa (polisi) enggak pernah cerita apa-apa, jadi apa yang ditanyakan di sana, saya enggak tahu,” tutur Suwandi.

Justru, Suwandi mengaku mengetahui hal tersebut dari media. Bukan dari cerita Suci. Padahal, lanjut Suwandi, setelah kepergian anaknya Yodi Prabowo, berkali-kali Suci datang ke rumah duka di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

“Masih berkali-kali ke sini, silahturahmi masih berjalan baik,” kata dia.

Suwandi pun mengaku, tak ingin ambil pusing apa yang dilakukan Suci ataupun para saksi lain yang dinilai kepolisian memberi keterangan berbelit-belit.

Sebab, dia masih percaya, apapun motifnya, pelaku pembunuh anak kesayangannya itu akan tertangkap.

“Saya tuh ikhlas saja, terserah mau ngomong apa, nanti juga kebenaran akan terungkap. Nanti itu mau motifnya apa, saya inginnya pelaku ketangkep,” tutur Suwandi dengan nada getir.

Dia pun tak ingin mencurigai siapapun yang kemungkinan jadi pelaku pembunuhan anaknya. Sebab, saat ini dia mempercayai semua kepada kepolisian.

“Saya ngeblank, saya ikuti saja jalan hukumnya seperti apa,” tutup Suwandi. (*)