Kelompok Tani Tanjung Selamat Adakan Khanduri Blang

Tradisi Khanduri Blang dilakukan oleh petani di Aceh bertujuan mengharapkan berkah, sekaligus berhajat kepada Allah agar tanaman padi terbebas dari hama atau terhindar dari serangan penyakit dan bencana saat musim tanam hingga panen tiba.
Kelompok Tani Tanjung Selamat Adakan Khanduri Blang di Dusun Lampoh Jantong, Selasa (9/2/2021) | Foto; Husaini

Kelompok Tani Tanjung Selamat Adakan Khanduri Blang

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Ya Khanduri Blang atau dalam bahasa Melayu bermakna Kenduri Sawah.

Begitulah sebutan tradisi ini yang sudah berlangsung turun temurun di dalam masyarakat menjelang turun ke sawah (masa tanam padi) atau usia padi sudah mulai berbuah.

Tradisi Khanduri Blang dilakukan oleh petani di Aceh bertujuan mengharapkan berkah, sekaligus berhajat kepada Allah agar tanaman padi terbebas dari hama atau terhindar dari serangan penyakit dan bencana saat musim tanam hingga panen tiba.

Begitu pula kelompok tani Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar melaksanakan acara Khanduri Blang hari ini (Selasa, 9/2/2021) dengan tujuan mengharapkan keberkahan atas hasil pertanian yang sedang diusahakan dari Allah SWT nantinya.

Khanduri Blang berupa acara makan siang bersama dengan seluruh anggota tani, masyarakat, Koramil (Babinsa), Kapolsek Kecamatan Darussalam dan tokoh-tokoh agama yang diundang.

Biasanya sebelum makan bersama berlangsung, terlebih dahulu dilakukan doa bersama dan musyawarah atau mendiskusikan beberapa masalah terkait dengan pertanian itu.

Misalnya masalah air, saluran, berbagi informasi cara mengatasi hama antar sesama anggota kelompok tani hingga hal-hal teknis lainnya termasuk jika ada bantuan dari pemerintah.

Kelompok Tani Tanjung Selamat Adakan Khanduri Blang di Dusun Lampoh Jantong, Selasa (9/2/2021) | Foto; Husaini

Ketua kelompok tani Husaini kepada ACEHSATU.COM mengatakan Khanduri Blang ini diadakan setiap tahun sebanyak dua kali yaitu saat mau turun ke sawah dan saat batang padi mau berbuah.

“Khanduri Blang sithon dua go, saat masa tanam dan musim dara pade. (Kenduri Sawah setahun dua kali setahun saat musim tanam dan mau berbuah),” kata Husaini menerangkan.

Hajatan Kenduri Sawah tidak termasuk dalam perbuatan menyajikan makanan (semacam sesajen) kepada jih atau arwah tertentu yang di percayai dalam ajaran animisme.

Namun ini bentuk mensyukuri nikmat Allah lalu berbagi makanan sesama warga tani dan berzikir mengingat rahmat Nya.

Selain itu melalui Khanduri Blang bertujuan untuk mewujudkan kekompakan dan sikap saling bergotong royong dalam berusaha atau bertani. (*)