Hukum

Kelompok Tani Serasi Tuding BPN Cabang Aceh Singkil Ada Permainan Menerbitkan Sertifikat Tanah

Tudingan Kelompok Tani Serasi ke BPN Cabang Aceh Singkil ada permainan, akibat salahnya letak/lokasi penerbitan sertifikat tanah yang muncul dalam kelompok Tani Serasi.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | SINGKIL – Tudingan Kelompok Tani Serasi ke BPN Cabang Aceh Singkil ada permainan, akibat salahnya letak/lokasi penerbitan  sertifikat tanah yang muncul dalam kelompok Tani Serasi.

“Sehingga patut kami duga ada permainan BPN Aceh Singkil dalam mengeluarkan sertifikat tanah,” kata Rabudin, Rabu (15/112017) sebagai ketua kelompok Tani Serasi Desa Mukti Lincir, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil.

Rabudin menjelaskan dan mengambarkan , “Bagaimana bisa terjadi saat yang kami ukur lahan A seharusnya keluar A bukan B karena B sendiri sudah keluar sertifikat tanahnya, ini yang terjadi di kelompok tani serasi sehingga tudingan kami menduga BPN Cabang Aceh Singkil bermain memunculkan sertifikat tanah,” paparnya.

“lantaran semua posisi yang kami ukur lahan kelompok tani serasi, itu salah letak posisi munculnya isi sertifikat”.

“Kami ukur lahan sementara keluar ke perumahan Perkampungan Mukti Lincir beserta lahan masyarakat Mukti Licir, jelas menjadi masalah dengan warga” ujar Rabudin.

Ketidakcocokan data juga terjadi pada Kelompok Tani Serasi Desa Mukti Lincir, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil dengan lahan 82 Hektar muncul 76 sertifikat yang dikeluarkan BPN  Cabang Aceh Singkil tahun 2011.

Persoalan salah letak munculnya isi sertifikat ini kata Rabudin sudah dikonsultasikan kepada pihak yang menerbitkan BPN Singkil, namun BPN menunjukkan sikap sekan-akan mengelak dan BPN memberikan berbagai macam alasan yang dibuat mereka sendiri.

“Ada petugas  BPN yang diinformasikan sudah pindah dan ada yang beralasan bahwa itu bukan tugas bagian petugas tersebut lagi sehingga rasanya kami sudah tak sabar lagi,” keluhnya.

“Sebenarnya Program Sertifikat Prona namun tetap juga kami membayar dan itupun salah letak lokasi isi sertifikat yang telah dikeluarkan, itu juga membuat kami kesal atas kinerja BPN Aceh Singkil,” pungkas Rabudin.

Menangapi permasalah tersebut, Kepala BPN Cabang Singkil pada Kamis (16/11/2017) Ramli menuturkan, sejauh ini belum ada laporan secara resmi adanya permasalah di Kelompok Tani Serasi atas nama Ustad Rabudin.

Namun ia pernah menyampaikan via telpon salurer tetang persoalan Sertifikat tanah, sertifikat tanah ada ia pegang namun tempat tak tahu di mana lokasinya.

“Pihak kami belum melihat berkas-berkas lama terkait yang dipersoalkan Kelompok Tani Serasi, seharusnya kita dudukkan persoalan tapi sampai hari ini saya belum liat bahan berkas itu, misalkan telah terjadi tumpang tindih, maka masalah ini harus diselesaikan ke pengadilan,” ujarnya menerangkan.

“Walau pun pengurusan soal perkara ini sudah berlangsung sebelum saya menjabat di sini, saya juga tak bisa buang badan, paling tidak, ada laporan atau didudukan guna mencari bagaimana persoalan tersebut sebenarnya sampai terjadi seperti ini,” pungkas Ramli mengakhiri keterangannya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top