Kejari Sabang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pembangunan Taman Wisata Aneuk Laot

"Pembangunan taman wisata dan edukasi tersebut seharusnya selesai pada bulan Desember 2020, namun hingga sekarang tidak selesai dikerjakan atau diserah terimakan kepada pihak Gampong Aneuk Laot, bahkan terbengkalai dan tidak terurus hingga sekarang" Kajari Sabang Choirun Parapat
taman wisata
2 orang ditetapkan tersangka korupsi proyek taman wisata di Sabang (Foto: Agus Setyadi)

ACEHSATU.COM [ SABANGKejaksaan Negeri Sabang, Aceh menetapkan dua orang tersangka inisial FA selaku ketua tim pelaksana kegiatan (TPK) dan IS anggota TPK  dalam kasus dugaan korupsi pembangunan taman wisata dan edukasi di Gampong Aneuk Laot Kota Sabang.

Pembangunan taman wisata dan edukasi tersebut tidak selesai dikerjakan namun tersangka telah mencairkan uang seluruhnya pada tahuan 2020 lalu dengan anggaran sebesar Rp 385 juta bersumber dari APBDes.

Baca : Tamiang Produksi Beras Organik, Segini Harganya

Kajari Sabang Choirun Parapat, Rabu8 (26/1/2022) mengatakan, pembangunan taman wisata dan edukasi tersebut seharusnya selesai pada bulan Desember 2020, namun hingga sekarang tidak selesai dikerjakan atau diserah terimakan kepada pihak Gampong Aneuk Laot, bahkan terbengkalai dan tidak terurus hingga sekarang.

Choirun mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 28 orang saksi dan satu orang ahli. Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen. Dalam penyidikan diketahui, tersangka telah mencairkan dana pembangunan tersebut 100%. Penyidik juga disebut mengantongi dua alat bukti untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Perhitungan Kerugian

taman wisata
2 orang ditetapkan tersangka korupsi proyek taman wisata di Sabang (Foto: Agus Setyadi)

Penyidik juga telah meminta auditor Inspektorat Kota Sabang untuk menghitungg kerugian dari proyek pembangunan taman dan edukasi Gampong Aneuk Laot tersebut. “Untuk sementara ini, tim jaksa penyidik sedang menunggu hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari pihak auditor inspektorat Kota Sabang,” jelas Choirun.

Baca :Gampong Aneuk Laot Sabang Masuk Lima Besar BCA Desa Wisata Award

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum melakukan penahanan terhadap keduanya. Jaksa bakal segera memeriksa kedua tersangka.

“Kita berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara desa di Kota Sabang agar berhati-hati dan profesional dalam mengelola anggaran desa,” ujar Choirun.

Jaksa bakal menjerat kedua tersangka dengan Pasal 2, atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 20 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 1 miliar dilnsir detik.com (*)