Kejari Aceh Utara Musnahkan 5.850 Gram Sabu

Kejari Aceh Utara melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dari 40 perkara dengan berat barang bukti seberat 5.850 gram atau taksiran nilai 5 milyar 850 Juta Rupiah di halaman kantor kajari Aceh Utara.
(Kejari) Aceh Utara melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dari 40 perkara dengan berat barang bukti seberat 5850 gram | Foto: Syahrul / Acehsatu.com

ACEHSATU.COM | Lhoksukon – Kejaksaan Negeri  (Kejari) Aceh Utara melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dari 40 perkara dengan berat barang bukti seberat 5.850 gram atau taksiran nilai 5 milyar 850 Juta Rupiah di halaman kantor kajari Aceh Utara pada Kamis (09/12/2021).

Barang ukti yang dimusnahkan merupakan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht di halaman kantor kajari setempat.

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara sabu dihancurkan dengan menggunakan mesin blender dan kemudian dibuang ke selokan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Ayu Iswara Akbari, usai acara kepada sejumlah awak media mengatakan , barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika dari 40 Perkara Tahun 2021 dengan berat barang bukti 5850 gram, dengan taksiran nilai hingga 5 milyar 850 juta rupiah.

“Kami dari pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara bekerja sama dengan pihak kepolisian mendukung penuh penegakan hukum terhadap pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Aceh Utara”, ujar Ayu.

Terkait dengan banyaknya peredaran barang haram narkotika di Aceh Utara , dirinya menyebutkan,  menjadi perhatian khusus dari kejari dan juga pihak kepolisian. “Kami juga dari penegak hukum yang ada di Aceh Utara berkomitmen dalam pemberantasan peredaran narkoba di Aceh Utara”, ucap Ayu

“Pihak kepolisian telah bekerja degan maksimal dalam mengungkap dan menangkap para pelaku kasus narkoba, dan kami sendiri dari penuntut umum dan juga hakim juga akan bekerja dengan maksimal dalam penanganan kasus-kasus tersebut.

Diah Ayu Iswara Akbari berharap pihak kepolisian serius dalam penanganan kasus narkoba. Menurut Ayu, Aceh Utara merupakan salah satu pintu masuk narkoba jaringan internasional melalui perairan dan pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di Aceh Utara.

“Dengan kita musnahkan barang bukti narkoba hari ini kita sudah menyelamatkan banyak sekali generasi muda”, kata Kepala Kejari Aceh Utara.

Kegiatan pemusnahan tersebut ikut disaksikan oleh perwakilan Polres Aceh Utara, Polres Lhokseumawe , Hakim pengadilan Negeri Lhoksukon, dan perwakilan Dinas Kesehatan,(Syahrul).