Kejar Pengemis Jalanan dengan Letusan Senjata, Ini Jawaban Kasatpol PP dan WH Banda Aceh

Namun, hal itu dibantah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Banda Aceh Ardiansyah SSTTP.
Satpol pp dan WH
Ardiansyah SSTTP. Foto Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Aksi petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh menuai sorotan usai menangkap para gepeng dengan letusan senjata.

Bahkan, Satpol PP dan WH disebut-sebut sempat menganiaya para gepeng.

Namun, hal itu dibantah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Banda Aceh Ardiansyah SSTTP.

Kepada sejumlah awak media, Minggu (13/2/2022) Ardiansyah, mengatakan, bahwa pihaknya tidak melakukan pengeroyokan kepada para gepeng.

Ardiansyah mengatakan Satpol PP dan WH Banda Aceh telah melakukan penertiban bagi para peminta-minta (pengemis) di kawasan Simpang BPKP, Kecamatan Ulee Kareng sesuai Standar Operasional Pelayanan (SOP) operasi rutin untuk memberantas gelandangan dan pengemis.

Ardiansyah menambahkan, saat Satpol PP/WH Kota Banda Aceh mengelar operasi rutin terhadap gepeng, pengemis, justru mereka melarikan diri sehingga terjadi kejar-kejaran dengan petugas Satpol PP, dan salah seorang Bernama Misran sempat terjatuh.

“Saat bangun, ia lari lagi dan mencoba memanjat tembok pagar rumah warga. Bahkan pada saat itu sempat terjadi letusan senjata. Tapi akhirnya Satpol PP berhasil mengamankan pengemis Misran,” kata Ardiansyah.

Pengemis Misran juga merasa beruntung saat ditangkap Satpol PP setelah terjadinya kejar-kejaran.

Jika tidak, warga pun sudah siap menghakimi Misran. Dirinya juga diklaim sebagai pemakai narkoba dengan menghirup lem cap kambing.

Satpol pp dan WH
Ardiansyah SSTTP. Foto Istimewa

Ardiansyah mengaku tidak mengetahui kalau anggotanya atas adanya dugaan melakukan penganiayaan terhadap Misran.

“Kemungkinan hanya sekedar ditampar sebagai efek jera juga. Itu merupakan hal yang masih dalam batas kewajaran,” katanya.

Ardiansyah mengatakan pihaknya siap menghadapi laporan dugaan penganiayaan ke Polresta Banda Aceh.

Karena, menurutnya yang dilakukan itu merupakan tugas negara, yang bersandar pada SOP.

“SOP yang kita jalankan adalah melakukan operasi penertiban bagi para gepeng. Apabila ketangkap, kita berikan pembinaan kemudian kita titip di rumah singgah,” tutur Ardiansyah. (*)