Kebakaran Bencana Paling Dominan di Aceh Sepanjang Tahun 2020

“Kebakaran pemukiman semakin mencemaskan dan mendominasi bencana sepanjang 2020 yakni sebanyak 289 kali kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi di Banda Aceh, Senin (4/1/2021).
Kebakaran di Aceh
Arsip Foto - Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hotel dan restoran cepat saji di Jalan Teuku Panglima Polem, Banda Aceh, Senin (27/1/2020). (ANTARA/Ampelsa)

Kebakaran di Aceh Sepanjang Tahun 2020

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kebakaran di Aceh jadi catatan penting Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

BPBA menyatakan bencana kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di daerah Tanah Rencong itu sepanjang 2020, dengan total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp98 miliar.

“Kebakaran pemukiman semakin mencemaskan dan mendominasi bencana sepanjang 2020 yakni sebanyak 289 kali kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi di Banda Aceh, Senin (4/1/2021).

Kebakaran di Aceh
Arsip Foto – Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hotel dan restoran cepat saji di Jalan Teuku Panglima Polem, Banda Aceh, Senin (27/1/2020). (ANTARA/Ampelsa)

Dia menjelaskan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA mencatat total bencana di Aceh pada 2020 sebanyak 802 kali kejadian, dengan jumlah perkiraan kerugian mencapai Rp291 miliar.

Selain kebakaran pemukiman, lanjut dia, bencana lain yang tinggi terjadi di Aceh seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mencapai 205 kali, angin puting beliung 100 kali, banjir 95 kali dan longsor 57 kali.

Disamping juga terjadi banjir dan longsor 13 kali, abrasi 12 kali, banjir bandang lima kali, banjir rob dua kali, kekeringan dua kali, sekali peritiwa gelombang pasang serta gempa bumi magnitudo antara 5,0 hingga 5,3 sebanyak 21 kejadian.

“Kebakaran pemukiman paling banyak terjadi di Kabupaten Aceh Besar 39 kali kejadian dan Bireuen 29 kali. Sedangkan kebakaran hutan dan lahan juga masih banyak terjadi di Aceh Besar 30 kali, Aceh Jaya 28 kali dan Aceh Utara 15 kali kejadian,” katanya.

Menurut Sunawardi kebakaran memang masih menjadi bencana yang paling dominan terjadi di bumi Serambi Mekkah itu, terutama kebakaran pemukiman. Kata dia, kebakaran pemukiman itu hanya dapat diminimalkan dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

“Misalnya dengan memeriksa instalasi listrik yang sudah tua yang menjadi sebab utama kebakaran,” katanya.

Sedangkan penyebab lainnya adalah perlu kewaspadaan dalam mengelola sumber panas di rumah tangga seperti mematikan kompor dan barang-barang eletronik yang harus diawasi dengan baik, katanya lagi. (*)