Ke Aceh, Sandiaga Titipi Pesan untuk Santri

Dalam kunjungannya ke Bumi Serambi Makkah, Menparekraf Sandiaga Uno melihat potensi dari para santri di pondok pesantren (Ponpes) setempat.
Sandiaga
Sandiaga dalam lawatannya ke ponpes di Aceh (dok Kemenparekraf)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Dalam kunjungannya ke Bumi Serambi Makkah, Menparekraf Sandiaga Uno melihat potensi dari para santri di pondok pesantren (Ponpes) setempat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan semangat kepada para santri Pesantren Hidayatullah Aceh, bahwa para santriwan dan santriwati adalah para calon pemimpin dan juga pengusaha sukses untuk saling bantu bangkitkan ekonomi.

Dalam kunjungan dinasnya Sandiaga mengucapkan, masa depan saat ini adalah milik para santri. Bahkan Sandiaga menegaskan kalau para santri tidak hanya mampu menjadi Menteri melainkan menjadi pengusaha sukses.

Karena seandainya menjadi Menteri hanya sebagai pembantu Presiden, tapi jika menjadi pengusaha sukses adalah suatu kemandirian. Namun, Sandiaga menuturkan, kalau ingin mandiri maka harus didasari ekonomi yang kuat bagi diri sindiri.

“Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kemandirian, dan ada empat dasar dari Nabi yang harus kita tiru yaitu, Fatonah dimana kita harus cerdas, Amanah, yaitu kejujuran selanjutnya Sidik dan Tablikh,” katanya seperti dikutip detikTravel dari siaran persnya, Minggu (24/10/2021).

Sandiaga
Sandiaga dalam lawatannya ke ponpes di Aceh (dok Kemenparekraf)

Dia menegaskan, menjadi Menteri di Kemenparekraf adalah setelah dia diminta oleh Presiden Jokowi untuk membantunya menangani Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dimana kondisinya saat ini sangat hancur setelah ditimpa pandemi.

Sebenarnya usai Pilpres Sandiaga menegaskan kalau dirinya akan kembali ke pekerjaannya. Namun, Presiden memintanya membantu untuk membangkitkan ekonomi khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Jadi saya bertugas di sini untuk perbaiki pariwisata dan ekonomi kreatif yang hancur karena covid,” tegasnya.

Dia berharap, apa yang dilakukannya bisa membantu masyarakat Indonesia kembali bangkit dari keterpurukannya. Selain itu, dia juga meminta masyarakat bisa terbantu dengan kepemimpinannya. (*)