Kawanan Gajah Liar Kembali Merusak Kebun Warga di Seumanah Jaya

Kawanan gajah liar kembali merusak kebun warga di Dusun Sarah Nyala, Desa seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, pada Kamis (5/11/2020) malam.
Gajah Liar di Seumanah Jaya
Dedy menunjuk kotoran gajah yang baru melintas di Dusun Sarah Nyala, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dirusak kawanan gajah pada Kamis (5/11/2020) malam. Foto: Dedy

Laporan Jurnalis Warga, Dedy

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Kawanan gajah liar kembali merusak kebun warga di Dusun Sarah Nyala, Desa seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, pada Kamis (5/11/2020) malam.

Kawanan gajah yang terpantau sebanyak 15 ekor gajah dewasa itu merusak tanaman pinang dan coklat di kebun milik warga bernama Amin, yang lokasinya hanya terpaut sekitar 100 meter dari permukiman.

Warga meminta pemerintah mengambil tindakan, sebelum warga mengalami kerugian yang lebih besar.

Warga mengeluhkan, gangguan gajah liar ini terus terjadi, sehingga pengembangan sektor pertanian dan perkebunan menjadi tidak produktif.

Bantuan dari pemerintah untuk mengganti tanaman yang dirusak gajah juga hampir tidak ada. Sebaliknya, jika ada gajah yang mati, warga harus berhadapan dengan hukum.

Tanaman di kebun warga Dusun Sarah Nyala, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dirusak kawanan gajah pada Kamis (5/11/2020) malam. Foto: Dedy

Sementara, kawanan gajah yang jumlahnya semakin bertambah, terus berkeliaran di sekitar perkampungan warga.

Satu bulan lalu, gajah liar berjumlah sekitar 20 ekor juga merusak tanaman sawit dan pisang di areal kebun seluas 1 hektare.

“Dalam kawanan gajah itu juga terlihat lima ekor anak gajah,” kata seorang anggota Ranger yang melakukan pemantauan.

Warga kemudian mencoba menghalau kawanan gajah untuk kembali ke hutan. Upaya ini sepertinya sia-sia dilakukan warga Seumanah Jaya.

Karena ternyata gajah tersebut tidak kembali ke hutan, namun hanya bersembunyi di areal kebun milik PT Atakana yang banyak ditumbuhi semak belukar.

Selain berharap perhatian pemerintah, warga juga mendesak pihak PT Atakana ikut mengantisipasi masuknya gajah liar, dengan membersihkan areal kebun mereka yang selama ini menjadi tempat bersembunyinya kawanan gajah.(*)