Kasus Tsunami Cup Masa Irwandi Yusuf Muncul Kembali

Kasus Tsunami Cup Masa Irwandi Yusuf Muncul Kembali

ILUSTRASI - Tim jaksa dari Kejari Banda Aceh membawa berkas dakwaan korupsi.
ILUSTRASI – Tim jaksa dari Kejari Banda Aceh membawa berkas dakwaan korupsi.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali melanjutkan pemeriksaan saksi kasus dugaan pidana korupsi penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup Tahun 2017 yang sebelumnya sempat mangkrak. 

“Iya benar ada pemeriksaan saksi. Ada sejumlah saksi yang diperiksa. Pemeriksaan sudah berjalan dalam dua minggu ini,” katanya singkat. 

Mengenai siapa saja yang diperiksa, Mukhsin mengatakan belum bisa membukanya ke publik dengan dalih masih dalam penyelidikan.

Kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh Kejari Banda Aceh sejak tahun 2018 silam. Bahkan penyidik sudah memeriksa panitia penyelenggara turnamen bertaraf internasional tersebut. Tapi setelah itu tidak ada lagi kabar. 

Pada pertengahan Januari 2021 ini, kasus itu kembali mencuat. Menurut Mukhsin, perkara Tsunami Cup 2017 merupakan kasus mangkrak di Kejari Banda Aceh.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepakbola bertaraf internasional ‘Aceh World Solidarity Cup’ yang dipusatkan di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Kegiatan yang digelar 2-6 Desember 2017 diikuti empat negara yaitu Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia dan Brunei Darussalam.

Acara yang menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar dari APBA 2017 itu dilaunching Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Tujuan kegiatan itu untuk mengembalikan prestasi sepakbola di Aceh.(*)