Kasus Sabu-sabu, Mantan Anggota DPRK Bireuen Divonis 20 Tahun Panjara

Majelis Hakin Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur memvonis 20 tahun penjara untuk terdakwa mantan anggota DPRK Bireuen, Usman Sulaiman yang tertangkap membawa sabu-sabu seberat 26 kilogram. Selasa (9/11/2021)
kasu sabu-sabu
Majelis Hakim membacakan sidang putusan terhadap perkara kepemilikan 26 kilogram sabu-sabu di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, Selasa (9/11/2021). ANTARA/Hayaturrahmah

ACEHSATU.COM [ ACEH TIMUR – Majelis Hakin Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur memvonis 20 tahun penjara untuk terdakwa mantan anggota DPRK Bireuen, Usman Sulaiman yang tertangkap membawa sabu-sabu seberat 26 kilogram. Selasa (9/11/2021)

Selain menvonis mantan anggota dewan tersebut, majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua, Apriyanti, SH.MH dan hakim anggota Khalid, SH MH dan Tri Purnama, SH juga memutuskan terdakwa Mahmuddin Hasan dengan pidana penjara selama 20 tahun, keduanya juga didenda Rp 10 Milyar subsider 6 bulan penjara.

Sidang yang dilakukan secara virtual ini juga membebaskan Rajali Usman karena tidak bersalah dalam kepemilikan 26 kilogram sabu-sabu.

Atas putusan majelis hakim terhadap tiga terdakwa tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Cherry Arida SH. dan Harry Arfhan SH MH menyatakan banding.

Tuntut Hukuman Mati

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aqceh Timur menuntut mantan anggota DPRK Bireuen, Usman Sulaiman bersama dua tersangka lainnya, inisial RU dan MH hukuman mati dalam kasus penyuludupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 26 kilogram sabu-sabu dalam sidang di Pengadilan Negeri Idi, Rabu (7/10/20210).

Sidang dipimpin Ketua PN Idi, Apriyanti didampingi dua hakim anggota, Khalid dan Tri Purnama sementara dari JPUCherry Arida SH, dan Harry Arfhan SH MH.

“Ketiga terdakwa dituntut kasus narkoba jenis sabu sebanyak  26 kilogram,” ujar Kajari Aceh Timur, Semeru SH MH, melalui Kasi Intelijen Wendy Yuhfrizal SH, didampingi Kasi Pidana Umum Ivan Najjar Alavi SH MH kepada wartawan, Rabu (27/10/2021)

kasu sabu-sabu
Majelis Hakim membacakan sidang putusan terhadap perkara kepemilikan 26 kilogram sabu-sabu di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, Selasa (9/11/2021). ANTARA/Hayaturrahmah

Terdakwa US bersama dua rekannya didakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Barang bukti narkoba jenis sabu yaitu sebesar 10.734 gram sabu, 7.498 gram jenis sabu, dan 8.433 gram sabu. Total keseluruhan sabu yang menjadi barang bukti seberat 26 kilogram.

Selain barang bukti (BB) narkoba jenis sabu dalam dakwaannya JPU, juga ikut disita handphone (HP) merk Nokia, HP merek Samsung Galaxi A71, identitas terdakwa berupa KTP, BPKB mobil merek Ford Ranger double cabin BM 8330 TM.

“Ketiga terdakwa kasus narkoba dan BB 26 kilogram sabu ini dihadirkan secara virtual dari Lapas Kelas II/B Idi, Aceh Timur,” kata Kajari Aceh Timur Semeru SH MH, melalui Kasi Intelijen Wendy Yuhfrizal SH, didampingi Kasi Pidana Umum Ivan Najjar Alavi SH MH, usai persidangan di PN Idi.

Setelah persidangan, para terdakwa kembali dalam ke sel tahanan Lapas Kelas II/B Idi, Aceh Timur.

Kronologis Penangkapan

Sebelumnya, anggota DPRK Bireuen, Usman Sulaiman ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) atas dugaan penyelundupan sabu. Usman Sulaiman disebut sebagai pengendali sekaligus pemilik sabu tersebut.

“Pemesan dan pengendali, sekaligus pemilik narkoba tersebut adalah Usman Sulaiman, mengaku anggota DPRK Bireun, Aceh,” kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (22/4/2021).

Sabu tersebut diselundupkan menggunakan kapal kayu dari Malaysia melalui jalur laut. Total ada 25 kilogram sabu yang disita petugas BNN dari Usman Sulaiman. “Barang bukti narkoba seberat lebih kurang 25 kg (sabu),” imbuhnya.

Sabu tersebut ditemukan di dalam mobil yang diparkir di depan masjid. Rencananya Usman Sulaiman akan membawanya ke Jambi (*)